Kadin Dukung Pemda Wujudkan Kabupaten Bogor Jadi Daerah Tertib Ukur

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawati. Age | Pakar

CIBINONG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dukung Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan sebagai Daerah tertib Tera (tanda uji pada alat ukur).

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawati mengatakan bahwa memang sedari dulu para pengusaha harus memiliki kepastian hukum terutama untuk memiliki alat ukur.

“Harus ada kepastian hukum bagi pengusaha-pengusaha misal pengusaha jasa konstruksi sebelum dia melakukan beton, harus ada uji terlebih dahulu untuk menilai apakah sudah sesuai spesifikasi atau belum,” katanya kepada PAKAR.

Ia menuturkan bahwa pengadaan tera tersebut guna untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan yang merugikan seseorang.

“Kita perlu memastikan apakah sudah sesuai spek atau belum, jangan sampai ketika tiba di lapangan malah menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) karena ketidak sesuaian spek, makanya harus di urut apakah alatnya yang salah atau pengusahanya yang nakal,” tuturnya.

Maka dari itu dirinya berkomitmen dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk bersama-bersama mewujudkan Bumi Tegar Beriman sebagai Daerah tertib ukur.

“Perlu ada evaluasi nah komitmen ini harus kita kawal bersama sama dan saya sudah menandatangani dan harus berkewajiban untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pelaku jasa usaha apapun untuk bersama sama dengan Pemerintah Daerah dalam perintah undang-undang,” imbuhnya.

Sebelumnya Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa pihaknya ingin mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai daerah tertib dengan tera (tanda uji pada alat ukur).

“Kita ingin mewujudkan daerah yang tertib dengan tera pengukuran dan kita bersama tim dari metrologi juga sudah melakukan sosialisasi serta menjelaskan langkah-langkah perintah karena tera atau alat ukur ini sangat penting,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa saat ini pihaknya sedang melanjutkan dalam pemeriksaan salah satu SPBU di Jalan Tegar Beriman Cibinong guna memastikan apakah sudah melakukan tera ulang atau belum.

“Sekarang kita sedang sosialisasi dengan melanjutkan pemeriksaan di salah satu spbu di jalan Tegar beriman untuk memastikan bahwa spbu ini sudah melakukan tera ulang atau belum dan langsung kita simbiolis menempelkan stiker,” tuturnya.

Ia juga menegaskan kepada para pelaku akan dikenakan sanksi apabila ada indikasi kecurangan dalam tera ukur yang akan digunakan untuk masyarakat.

“Jelas ada sanksinya, dan sanksinya itu adalah dunia akhirat. Dunianya itu peraturan perundang undangan nanti ada sanksi, sedangkan akhirat nya itu adalah barang siapa yang mengurangi timbangan maka jatahnya itu neraka,” tegasnya.

Maka dari itu semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan alat ukur di Kabupaten Bogor.

“Saya harap ini harus sesuai dan harus benar dan tepat. Karena kita semua bertanggung jawab untuk alat ukur di Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Bogor, Arif Rahman menyampaikan bahwa maksud dalam kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk memberikan jaminan kebenaran hasil pengukuran yang dianggap sebagai uji ukur wilayah Kabupaten Bogor.

“Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk melindungi konsumen dan tamu usaha yang ada di kabupaten bogor dengan adanya jaminan kebenaran pengukuran serta ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa tertib ukur sendiri disebut dengan DTU yang merupakan salah satu predikat yang diberikan kepada Menteri Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bofor

“DTU adalah salah satu predikat yang diberikan kepada menteri perdagangan kepada pemerintah daerah yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam keputusan rektor Jendral perlindungan konsumen dalam tertib niaga nomor 109 tahun 2022 tentang petunjuk teknis pembentukan daerah tertib ukur. Dan Kabupaten Bogor sudah memenuhi persyaratan itu,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.