Kades Klapanunggal Salahkan BPD Soal Pemotongan Dana BST, ini Penjelasannya

KLAPANUNGGAL – Adanya Pemotongan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) Kepala Desa Klapanunggal Lepas Tangan, dan Minta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus bertanggung jawab.

Pasalnya, Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Safrudin mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp 300.000 ribu, sebanyak 998 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saya baru menjabat dari Pemerintahan Desa Klapanunggal, untuk segala pemotongan dana BST itu memang saya di ikut sertakan untuk pembagian dana tersebut namun saya tidak mengetahui adanya Pemotongan dana bantuan tersebut,” ungkapnya kepada pakuanraya.com, Rabu (19/5/2021).

Dirinya mengatakan saat pembagian dana BST, terdapat BPD, Pendamping Desa, dan Pihak Kecamatan, mereka semua termasuk orang orang yang lama di dalam Pemerintahan Desa.

“Seharusnya mereka lebih mengerti soal Pembagian dana BST yang seharusnya tidak boleh dipotong, dan malah di Musdeskan. Padahal tidak boleh di Musdeskan, dan ini sama saja malah menjatuhkan atau menjebak saya, sebagai Pemerintahan yang baru,” kata Ade Safrudian, alias Ade Gonon.

Dirinya menyebutkan bahwa BPD dan Pelapor Pemotongan BST ini merupakan pihak lawan politik, alias dari Bu Tini, Mantan Kepala Desa Klapanunggal.

“Untuk kejadian ini, saya ingin masalah ini kelar dan saya tidak ada urusannya dengan Pemotongan Dana BST. Karena saya di jebak oleh BPD yang merupakan Lawan Politik Saya,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.