Kabupaten Bogor Zona Merah, Syuting Ikatan Cinta Diawasi Ketat

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah. (UMAM)

MEGAMENDUNG – Pasca ditetapkan sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, memperketat pengawasan protokol kesehatan, khususnya di kawasan wisata Puncak. Setiap pengendara terutama warga luar Kabupaten Bogor, diwajibkan untuk membawa dan menunjukkan surat rapid test antigen yang masih berlaku. Penjagaan dilakukan ketat di Simpang Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Lalu bagaimana dengan aktifitas syuting Sinetron Ikatan Cinta di kawasan Gunung Geulis, Puncak, setelah Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19?

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengaku jika kegiatan syuting diawasi lebih ketat. Bahkan, pengawasan protokol kesehatan tidak hanya berkutat pada kewajiban dipenuhinya surat rapid test antigen, melainkan juga jaga jarak di dalam lokasi syuting.

“Sekarang ini orang masuk ke Puncak saja diperiksa dengan kewajiban surat rapid antigen. Kami awasi lebih ketat (syuting-red). Karena terpenting itu kan protokol kesehatan, baik di luar maupun di dalam (lokasi),” kata Agus, Minggu (7/2/2021).

Dia pun mengaku telah melihat secara langsung lokasi syuting, kemarin. Dimana para kru dan pemain sudah dinyatakan negatif Covid-19 hasil dari rapid test antigen ataupun swab. “Ini bagus, tidak ada masyarakat yang berkerumun juga. Ini kami pantau agar tidak terjadi protokol kesehatan,” jelas Agus.

Kendati demikian, tidak ada tindakan untuk membubarkan kegiatan syuting tersebut, seperti yang telah diatur dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada poin H. Dalam poin tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor melarang semua aktifitas di tempat umum yang menyebabkan kerumunan, termasuk kegiatan sosial dan budaya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, mengaku telah menjatuhkan denda sebesar Rp20 juta kepada manajemen Sinetron Ikatan Cinta, yang tengah melaksakan kegiatan syuting di kawasan Gunung Geulis, Puncak.

“Kami sudah tindaklnjuti. Dan sudah kami jatuhkan denda Rp20 juta kepada mereka (manajemen-red),” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, Selasa (2/2/2021).

Denda tersebut dijatuhkan karena proses syuting telah terbukti melanggar aturan protokol kesehatan, yakni mengundang kerumuna massa pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Kabupaten Bogor.

Termasuk soal ditemukannya surat rapid test antigen yang tidak disertai legalitas dari pihak rumah sakit oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. “Kami masih terus pantau kegiatan mereka,” tegas Ade Yasin. MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.