Kabupaten Bogor Urutan Kedua Kasus HIV, Ini Yang Dilakukan Dinkes

Sosialisasi penanganan HIV yang digelar Dinkes Kabupaten Bogor. (Ist)

MEGAMENDUNG – Tingginya penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bogor, geliatkan sosialisasi kepada Lembaga Sosial Masyarakat.

Kabupaten Bogor masuk urutan kedua penyebaran virus HIV setelah Kabupaten Cirebon, beberapa eleman masyarakat turut dihadirkan dalam rapat kerja penggiat penanggulana HIV/AIDS di Hotel Bale Arimbi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana mengatakan, saat ini pihaknya berseta penggiat penangana HIV sedang menyusun rencana aksi daerah (RAD) mengingat Kabupaten Bogor masuk urutan ke 2 setelah Kabupaten Cirebon, RAD ini tentunya jadi terarah saat melakukan penanggulangan HIV

“Data HIV di tahun 2022 kita menemukan 2200 kasus tapi yang telah kita scrining sudah hampir ratusan ribu, kalau dari segi angka masih 0,4 persen,” ungkapnya, Minggu (11/06/23).

Peningkatan HIV diwilayah Kabupaten Bogor memang tidak seperti yang dibanyangkan dan hal ini menjadi tugas bersama guna menanggulangi penyebaran HIV.

“Jadi ada dua target untuk melakukan skrining satu di popilulasi kunci dan populasi resiko, populasi kunci ya seperti WPS dan sebaginya, kalau populasi resikoseperti yang sudah bersentuhan dengan yang resiko,” katanya.

Ia juga mengatakan, penyuluhan serta proses skrining telah dilakukan pekada puluhan ribu yang menjadi targetnya. Namun, hanyak 2200 kasus yang ditemukan diwilayah Kabupaten Bogor.

“Yang ditemukan tentunya belum tentu warga Bogor dua akses layanan bukan di Kabupaten Bogor, kalau ditemukan kasus belum tentu angkanya masuk ke kita,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lekas Bogor, Muksin Effendi menuturkan, penangulangan HIV tidak lepas dari peraturan kementrian kesehatan dan peraturan kemetrian dalam negri.

“HIV tidak lepasa dari penjangkaun populasi kunci atau tinggi, siapa itu ? Diantaranya wanita Pekerja Seks (WPS), transgender atau waria, Gay dan pengguna narkoba suntik,” ujarnya.

Data yang terdeteksi oleh pihaknya, ada 42 ibu hamil yang positif HIV, balita dan anak muda yang angka kasusnya tertinggi. Namun, dalam kasus tersebut didominasi oleh anak muda atau usia produktif.

“Saya meyakini juga sosialisai selalu digaungkan paparan HIV akan meningkat lantara seperti penomena gunung es, apalagi Kabupaten Bogor memiliki wilayah 40 kecamatan,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.