Jubir Satgas Covid-19 Tegaskan Vaksin Hanya untuk Orang Sehat

0
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. IST

JAKARTA – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan setiap calon penerima vaksin harus dalam kondisi sehat sebelum menerima vaksin.

“Prinsipnya kalau mau divaksin tentunya orang yang sehat. Maka dari itu harus jaga kesehatannya supaya fit terus sehingga pada saat divaksin dalam kondisi betul-betul sehat,” kata Wiku, Sabtu (24/1/2021) malam.

Wiku menuturkan sebelum memberikan vaksin, tenaga kesehatan atau dokter akan memeriksa kesehatan calon penerima vaksin.

Calon penerima vaksin harus menjaga kesehatan seperti melalui asupan gizi yang baik, pola hidup bersih dan sehat serta melakukan protokol kesehatan. Protokol kesehatan mencakup antara lain memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Sebelum divaksin pastikan selalu protokol kesehatan ketat disiplin supaya tidak tertular,” tutur Wiku.

Selain menjaga kesehatan, Wiku mengatakan para penerima vaksin juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat baik sebelum maupun setelah diberi vaksin.

“Jadi protokol kesehatan dan menjaga imunitasnya, istirahat yang cukup, olahraga yang cukup, makan makanan yang bergizi selama itu sehingga proses vaksinasinya bisa berjalan dengan baik,” ujar Wiku.

Pada pemberian vaksin COVID-19 kali ini, para penerima vaksin akan menerima dua kali suntikan dengan jangka waktu jeda dua pekan antara suntikan pertama dengan suntikan kedua atau booster.

Secara umum vaksin diberikan kepada orang sehat. dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menyatakan vaksin flu, vaksin difteri, maupun vaksin lainnya, sebaiknya tidak diberikan pada orang yang sedang mengalami demam di atas 38 derajat Celcius atau memiliki riwayat kejang setelah imunisasi.

Mengapa begitu, perlu diketahui dulu bawah jenis vaksinasi yang dimasukkan ke dalam tubuh ada dua, yaitu vaksin yang berisi imunitas tubuh dan vaksin yang berisi virus atau bakteri yang sudah dilemahkan.

“Nah, ketika vaksin tersebut dimasukkan pada tubuh seseorang yang sedang sakit, kemampuan vaksin menjaga kekebalan tubuh dari penyakit yang disasar justru tidak bisa berkembang dengan baik,” kata dr Dyan Mega.

Tak cuma itu, menurut dr. Dyan Mega, respons tubuh pun akan menjadi berlebihan. “Apalagi, ada beberapa jenis vaksin yang memang dapat memicu demam. Bayangkan, orang yang sedang demam diberikan vaksin yang memicu demam pula, semakin parah kan sakit yang dideritanya?” kata dr. Dyan Mega. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.