Jembatan Rawayan di Cikeas Sukaraja Ambruk, Ini Kata Warga

SUKARAJA – Jembatan rawayan di Kampung Bojong Kemang, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ambruk usai aliran sungai diwilayah tersebut meluap akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Padahal, jembatan rawayan tersebut baru saja dibangun pada tahun 2022 kemarin dan diresmikan langsung oleh Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani membenarkan bahwa ambruknya jembatan terjadi pada Rabu, 29 November 2023 kemarin. “Sekitar jam 22.00 WIB, kejadian disebabkan adanya tanggul yang jebol dan meluapnya aliran sungai Cikeas sehingga tersumbatnya sampah di jembatan tersebut,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Sukaraja, Seni Seri Rismayati mengatakan bahwa terdapat dua jembatan di wilayah kerjanya yang mengalami kerusakan, salah satunya jembatan rawayan. “Betul ada dua jembatan yang rusak dihari yang sama, dan salah satunya jembatan rawayan yang ambruk di Desa Cikeas, Padahl baru dibangun pada tahun 2022 lalu dan langsung diresmikan oleh Bupati Bogor,” katanya kepada PAKAR.

Ia mengungkapkan bahwa ada empat titik jembatan rawayan di Kecamatan Sukaraja yang dibangun oleh DPKPP bersama TNI sejak tahun 2021 lalu. “Ada empat titik jembatan rawayan yang sudah dibangun salah satunya di kampung Bojong Kemang, Desa Cikeas tapi ambruk pada pekan lalu. Dan kita sudah sudah ke lokasi, lalu kita juga melaporkan kejadian ini ke dinas terkait,” tukasnya.

Namun, pengakuan dari warga setempat bahwa tidak ada manfaat bagi warga selama jembatan rawayan tersebut dibangun sejak tahun 2022 lalu. “Jarang dipakai, warga di kampung seberang juga sudah digusur PT (perusahaan), jadi cuman dipakai warga cari rumput,” ucap seorang warga yang bermukim di sekitar jembatan.

Pada saat pembangunan pun, kata dia, warga setempat juga tidak dilibatkan. Sehingga warga setempat tidak begitu miris melihat jembatan tersebut ambruk. Senada dikatakan oleh Kepala Desa Cikeas, Ervan Sulaeman mengatakan bahwa jembatan tersebut awalnya dibangun untuk memudahkan akses warga antar Kecamatan Sukaraja dengan Babakan Madang.

Namun di tahun yang sama, rupanya warga yang bermukim di seberang Kampung Bojong Kemang telah digusur oleh perusahaan. “Di seberangnya, kebetulan karena kita tidak tahu akan ada itu ya, tergusur kampungnya oleh perusahaan, jadi disebut mubazir juga tidak, pernah bermanfaat,” ucapnya.

Pembangunan jembatan itu pun, lanjutnya, berdasarkan hasil musyawarah bersama warga. Usai ambruk, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke pemerintah kecamatan dan instansi terkait. “Kalaupun diperbaiki, paling digeser titiknya, yang lebih bermanfaat, masih daerah sana,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.