Jembatan Penghubung Dua Desa di Caringin Terputus


CARINGIN – Jembatan Penghubung dua yakni di kampung Bojong Katon Rt 03 RW 13 Desa Pancawati Dengan Desa Cimande Kecamatan Caringin sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter.  Terputus saat hujan lebat Minggu, 14 April 2024. Jembatan tang terbuat dari beton tersebut amblas terbawa longsor, Sehingga terpaksa warga dan pihak desa membuat jembatan sementara untuk penyebrangan dari bambu.


Kepala Desa Pancawati Ikbal Jayadi mengatakan, membenarkan jika bencana terbut terjadi pada minggu 14 april saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Sehingga  mengakibatkan putusnya jembatan penyeberangan warga kedua desa. “Benar kejadian itu hari minggu, setelah hujan lebat, untuk sementara kami dari pihak desa membuat jembatan sementara dari bambu sehingga warga tetap bisa melintas,” kata Kades Pancawati H Iqbal Jayadi.


Dia menjelaskan, paska kejadian dari pihak satpol pp dan BPBD Kabupaten Bogor sudah melakukan pengecekan dan asesmen kelapangan sehingga memastikan kejadian terdampak bencana tersebut. “Pendataan  satu Satpol PP Kecamatan maupun BPBD sudah langsung kelapangan, dan sementara tertangani dengan dibuatnya jembatan sementara,” ungkapnya.


Iqbal menegaskan, untuk pembangunan jembatan tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2025 dan masuk dalam skala prioritas Musrenbang desa. “Insha allah jembatan itu karena penghubung dua desa, kami prioritaskan masuk dalam pembangunan tahun 2025 melalui dana desa. Dengan panjang 15 meter dan penerapan 10 meter,” ungkapnya.


Sementara, kepala seksi Ketentraman dan ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Caringin Andriansyah menambahkan, jika kejadian tersebut saat hujan lebat yang mengakibatkan jembatan terbawa longsor jembatan tersebut. “Alhamdulillah ketika kami mendapat laporan kami dan anggota melakukan pengecekan ke lokasi bersama pihak desa,” kata Andriansyah.


Dia menegaskan, pihaknya bersama pihak desa membuat jembatan dari bambu untuk penanggulangan sementara sehingga warga dan roda dua tetap bisa melintas. “Kami melihat jembatan terbawa longsor, makanya kepala desa berinisiatif untuk membangun jembatan sementara dari bambu sehingga tidak menghambat perlintasan warga,”ucapnya
Andri mengaku, dalam musibah tersebut hanya kerugian material yang berdampak kepada putusnya jembatan tersebut. “Alhamdulillah kalau korban jiwa tidak ada, hanya ada korban material,” pungkasnya. UJG
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.