Jelang UN di Cianjur, PTM Diharapkan Segera Digelar


CIANJUR—Sistim pembelajaran tatap muka (PTM) diharapkan bisa segera dilaksanakan kembali, diberbagai tingkatan diwilayah Kabupaten Cianjur. Apalagi, menjelang ujian nasional (UN) vaksinasi dikalangan dunia pendidikan, baik kalangan guru maupun pelajar, masih terus dilaksanakan.


Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim, membenarkan jika saat ini masih dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring, akan tetapi vaksinasi, terutama bagi kalangan anak usia 6-11 tahun hingga saat ini, masih terus dilakukan di berbagai wilayah. Bahkan vaksin dosis ketiga atau booster, sedang berlangsung bagi kalangan gurumaupun pelajar.


“Memang tujuan dari gencarnya pelaksanaan vaksinasi ini, untuk penaganan masalah covid-19 tidak terus berkembang, termasuk dikalangan dunia pendidikan. Mudah-mudahan saja bisa kita tanggulangi secepatnya sehingga tidak terlalu lama PJJ-nya,” kata Akib kepada awak media Selasa (29/02/2022).


Namun, sebut Akib, Disdikpora Kabupaten Cianjur akan mengikuti aturan yang diterapkan tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Artinya, hasil evaluasi dari tim satgas akan menjadi dasar dilaksanakannya kembali PTM atau PJJ.


“Mudah-mudahan bisa secepatnya dilaksanakan kembali PTM. Bagaimanapun juga, dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, dalam situasi sekarang PTM masih lebih baik dibanding PJJ. Kalau PJJ itu kan tetap ada keterbatasan,” jelasnya.


Akib menyebut penghentian sementara PTM memang keputusan tetap. Terlebih, kebijakan itu sebagai upaya antisipasi agar melonjaknya kasus covid-19 maupun varian omikron tidak menular di kalangan pelajar. “Saat ini, PTM dihentikan (sementara) karena melihat perkembangan covid-19. Namun, kita informasikan ke semua sekolah. Ini (PJJ) kan bentuk penanganan dari permasalahan yang muncul akibat naiknya kasus covid-19,” terangnya.


Menurutnya, ditengah berlangsungnya PJJ saat ini, Disdikpora Kabupaten Cianjur terus memberikan arahan dan pembinaan kepada sekolah-sekolah. Kaitannya dengan peningkatan penerapan disiplin protokol kesehatan berupa 5M. “Intinya, kita jangan terlena. Makanya ada beberapa komponen yang kita tekankan, misalnya peningkatan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun maupun bagi guru untuk divaksin booster,” imbuhnya.


Akib tidak memungkiri selama PTM ini, terdapat sejumlah pelajar yang terpapar covid-19 maupun omikron. Namun mereka sudah bisa ditangani. “Memang data riilnya, saya kurang begitu tahu jumlahnya. Tapi memang ada. Mereka sudah tertangani karena memang kalau omikron itu katanya cepat menyebar tapi juga cepat sembuh kalau tidak ada penyakit apa-apa,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.