Jelang Lebaran, Ribuan Guru ASN di Kabupaten Bogor Bakal Terima THR

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah. (Age | Pakar)

CIBINONG – Setelah Pemerintah mengumumkan bahwa tahun 2023 merupakan tahun pertama bagi guru Asn (Aparatur Sipil Negara) mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 50 persen disetiap Daerah termasuk Daerah Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah membenarkan bahwa ada ribuan guru di Kabupaten Bogor yang berstatus ASN tahun ini akan mendapat THR sebesar 50 persen termasuk guru berstatus PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Benar, Tahun ini ada ribuan guru-guru di Kabupaten Bogor khususnya Asn termasuk guru PPPK mendapatkan THR sebesar 50 persen. Dan guru Asn sudah tercatat gaji di Negara,” katanya kepada PAKAR.(30/3)

Ia mengungkapkan bahwa untuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada guru-guru tersebut belum dapat dipastikan berapa hari sebelum lebaran.

“Kita belum tau kapan THR ini akan masuk, tergantung pengurusan dan percepatan administrasinya, yang penting lebaran semua happy dan sistemnya itu akan langsung masuk ke setiap rekening guru-guru Asn sebesar 50 dari gaji yang didapatkan perbulannya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan untuk guru yang berstatus Honorer di Kabupaten Bogor tidak boleh berkecil hati karena belum mendapatkan THR dari Pemerintah Pusat.

“Untuk guru Honor jangan berkecil hati, suatu saat nanti pastinya akan kebagian di waktu lain,” imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja (tukin) atau tambahan penghasilan, akan diberikan tunjangan profesi sebesar 50 persen.

“Tahun ini kita tambahkan pada pembayaran THR ke guru dan dosen yang tak mendapat tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan. Dan mereka nanti akan kita berikan 50 persen tunjangan profesi guru dan dosen,” katanya dalam konferensi pers yang digelar Rabu kemarin (29/3).

Menurutnya pemberian THR dalam bentuk tunjangan profesi bagi guru dan dosen yang tidak menerima tukin itu baru pertama kali dilakukan.

Sehingga Pemerintah Pusat menambah transfer sebanyak Rp 2,1 triliun kepada seluruh Pemerintah Daerah agar dapat membayar THR bagi guru dan dosen yang tidak menerima tukin. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.