Jelang Idul Adha, Warga Tajurhalang Ikuti Praktik Sembelih Hewan Qurban

Suasana praktik penyembelihan hewan qurban yang diikuti warga Tajurhalang. (Ist)

TAJURHALANG – Antusias masyarakat mengikuti kegiatan pendidikan serta praktik penyembelihan hewan qurban sesuai dengan syariat Islam tanpa harus menyakiti hewan qurban. Senin 20 Mei, 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ar-rahman di Perumahaan Parung Permata Indah Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Disambut antusias masyarakat.

“Terlihat begitu antusias peserta yang hari ini selain dari Tajurhalang juga dari sekitar yang perwakilan dari mesjid yang biasa mereka satu tahun sekali melaksanakan qurban hari ini mereka lebih tahu lebih dalam lagi,” ungkap Ketua DKM Majid Ar-Rahman H Joko Supriyanto

Dalam hal penyembelihan hewan qurban, ia mengatakan, para peserta begitu antusias dan tertarik dengan bagaimana mempelajari cara penyembelihan yang bener dan sesuai dengan syariat islam. “Kita mengundang sekitar 50 namun sampai hari ini yang terdaftar 70 peserta yang hadir dalam pelatihan hari ini,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut setiap tahun diselenggarakan dan berikutnya agenda tersebut dilaksanakan ke mesjid yang lain yang belum pernah melaksanakan pelatihan. “Sehingga banyak orang yang tereduksi dengan bagaimana penyembelihan yang sesuai dengan syariat benar dan baik,” tuturnya.

Ia berharap dalam kegiatan tersebut para peserta juga bisa memahami bagaimana cara penyembelihan yang benar juga bisa mengedukasi kepada masyarakat sekitar. “Sehingga penyembelihan dengan syariat islam itu benar dan baik serta penyembelihan seperti ini bisa tersebar untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen IKADI Kabupaten Bogor, Badri Muhammad mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkain yang sangat bagus serta mudah-mudahan kegiatan ini bisa ke wilayah-wilayah lain untuk syiar Islam karena memang pemotong hewan kurban itu tidak hanya sebatas melihat dari sisi kesehatan saja yang sebelumnya biasa dilakukan oleh dinas dinas. “Tapi yang utama bagaimana usaha mensyiarkan atau memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang biasa menangani pemotongan hewan qurban terkait dengan kehalalan,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak melihat secara islam, pemotongan hewan qurban dikhawatir tidak memperhatikan sisi kebenarannya syariat islam justru menjadi hal tidak baik dan akan menghilangkan nilai ibadah. “Jadi ini progam yang sangat bagus dan kita berharap bisa ke wilayah-wilayah lain atau membuka cabang di wilayah lain,” tuntasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.