Jelang Hari Kemerdekaan, THE 1O1 Bogor Suryakancana dan Komunitas Bogor Historia Bebersih Makam Pahlawan

Foto bersama usai kegiatan bersih-bersih makam. IST

BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, THE 1O1 Bogor Suryakancana memiliki beberapa rangkaian kegiatan. Berikut ini adalah salah satu rangkaikan Kegiatan Kolaborasi bersama dengan Komunitas Bogor Historia dan Rambah Kora bertajuk “Bebersih Makam Pahlawan & Doa Bersama”. 

Bogor Historia dan Rambah Kota merupakan sebuah komunitas urban pariwisata pengemar kisah sejarah Kota Bogor pada kamis, 11/08/22 lalu.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan penyampaian pesan yaitu : “Mengenang Jasa Pahlawan & Meningkatkan semangat patriotisme”. Serangkaian kegiatan ini turut menghadirkan tokoh-tokoh penting yaitu Bapak Dedie A. Rachim selaku Wakil Walikota Bogor, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia dan Keluarga dari Kapten Muslihat yang merupakan Seorang Pahlawan yang berjuang dalam Revolusi Nasional Indonesia tahun 1945 di Kota Bogor.

Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan yaitu sesi berdoa bersama, lalu dilanjutkan dengan sesi Bebersih makam para pahlawan dan Penyerahan kenang – kenangan untuk Keluarga dari Alm. Kapten Muslihat dan Legiun Veteran Republik Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara kami mengenang sekaligus berterima kasih kepada pahlawan yang telah gugur di medan perang, tanpa perjuangan para pahlawan, tidak akan ada kita di hari ini” ujar General Manager THE 1O1 Bogor Suryakancana, Adjid Kurniawansyah.

“Sejarah perjuangan di Bogor tidak lepas dari peran seorang Kapten Tubagus Muslihat, perjuangannya demi kemerdekaan Indonesia di Bogor sangat patut untuk diteladani generasi muda di masa kini. Di usia yang relatif sangat muda, beliau (Kapten Muslihat) rela mengorbankan dirinya untuk melindungi pasukannya. Disini juga kita berdoa di depan pusara Mayor Oking, seorang pemimpin Pasukan Siliwangi yang berjasa dalam peristiwa pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Musso di tahun 1948, hebatnya beliau berjuang hanya menggunakan 1 tangan, akibat 1 tangannya harus diamputasi akibat pertempuran itu.” sambung Arif, Pendiri Komunitas Rambah Kota & anggota dari Bogor Historia. 

Selain di makam Kapten Muslihat & Mayor Oking, fokus kegiatan ini adalah membersihkan makam yang berada di luar Taman Makam Pahlawan yang dianggap kurang dikenal oleh masyarakat luas.

“Fokus kita adalah di makam pahlawan yang berada diluar Taman Makam Pahlawan. Karena bagaimanapun juga mereka adalah Pahlawan yang jasanya sangat besar untuk bangsa dan negara” pungkas Arif.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.