Jaringan Sinyal Seluler Lenyap, Siswa di Desa Pabangbon Kesulitan Sistem Belajar Daring

LEUWILIANG – Lebih dari 15 kampung yang tersebar di 13 RW Se-wilayah Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, hingga kini masih kesulitan mendapat jaringan signal seluler dan internet, akibatnya ratusan anak anak bahkan ribuan siswa sekolah baik SD, SMP dan SMA, tak mampu mengikuti kegiatan belajar secara daring program sekolahnya.

Contohnya saja seperti yang dialami anak anak siswa tingkat SD, SMP dan SMA warga Kampung CilangLubang RT 1 RW 3 Desa Pabangbon, terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh dari kampung mereka guna memperoleh signal bagi keperluan daring dengan sekolahnya.

“Sudah puluhan tahun desa kami tidak tersentuh jaringan seluler maupun internet. Dampaknya sangat terasa bagi anak anak kami yang harus mengikuti kegiatan belajar daring dengan sekolahnya,” kata Uum Karmila ibu rumah tangga warga kampung CilangLubang.

Menurut Uum, untuk mendapatkan signal seluler dan internet, ya terpaksa disetiap pagi selama ada kegiatan pembelajaran lewat daring, ia harus mengantar sang anak sejauh 10 kilometer untuk mendapatkan signalnya. “Terkadang kami harus menginap dirumah family di Desa Leuwimekar,” ungkapnya.

Meskipun sekarang di desa sudah ada jaringan internet bantuan dari Pemkab Bogor sambungnya, namun kekuatan signalnya masih terbatas dan tidak maksimal. “Jadi sampai saat ini kami masih terus dirundung dilema memikirkan masa depan sekolah anak anak kami,” sedihnya.

Nurhata warga CilangLubang lainnya menambahkan, jika dikampungnyaemang ada satu warga yang memasang secara pribadi jaringan Indihome Telkomsel. “Namun Kami malu kalau setiap hari selalu menumpang jaringan Indihome dirumah warga tersebut hanya untuk keperluan sekolah anak anak,” tandasnya.

Sementara, Nopi Firdaus Sekretaris Desa Pabangbon membenarkan, sulitnya signal bukan hanya dialami oleh warga di 13 wilayah Erwe diwilayahnya. “Sebab Hal serupa juga di alami oleh pemerintah desa, meskipun sekarang sudah ada jaringan internet bantuan Pemkab Bogor, namun signalnya masih dirasakan sulit. Sampai saat ini desa tetap alami kesulitan dalam mentransfer data dan laporan ke pemerinrah kecamatan maupun pusat, termasuk kesulitan saat melakukan hubungan zoom dengan pemerintah kabupaten Bogor,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.