Jaringan Aktivis Nusantara Sebut Program Unggulan Ade Yasin Pantas Dilanjutkan

BOGOR – Jaringan Aktivis Nusantara Bogor Raya menilai tertangkapnya Ade Yasin Bupati Bogor nonaktif membuat Kabupaten Bogor kembali sulit menemukan pemimpin yang memiliki program-program baik untuk kemajuan Kabupaten Bogor.

M Hafiz Azami Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara mengatakan kejadian tersebut membuat seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor sedih.

“Selama kepemimpinan Ade Yasin, banyak program yang baik untuk masyarakat. Beliau juga dikenal oleh masyarakat sebagai pemimpin yang memiliki rasa empati yang besar,” ungkap Hafiz kepada awak media, di Bogor, Kamis (5/05/2022)

Program-program baik yang diinisiasi Ade Yasin lewat Pancakarsa terbukti mampu mendorong sisi lain Kabupaten Bogor yang belum terjamah seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan yang relatif merata.

“Lewat Samisade pembangunan desa hari ini tumbuh begitu cepat. Hal itu langsung bisa dirasakan oleh pemerintah desa. Pembangunan di desa-desa cukup merata,” jelasnya.

“Selain itu ada program Bogor Cerdas. Hadirnya program ini pun mampu dirasakan sekitar 1.500-an pemuda yang mendapat beasiswa dari Pemkab Bogor. Adanya program ini kami berdampak positif pada indeks pembangunan pemuda di Kabupaten Bogor,” sambung dia.

Hafiz melanjutkan, dari segi pembangunan desa naik secara signifikan. Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan, Kabupaten Bogor nihil desa berstatus tertinggal mulai tahun ini.

Kemendes PDTT juga menyatakan bahwa empat desa di Kabupaten Bogor yang pada 2020 lalu masih berstatus desa tertinggal, kini telah naik status menjadi desa berkembang.

Empat desa tersebut, yaitu Cilaku di Kecamatan Tenjo, Wirajaya di Kecamatan Jasinga, serta Sukarasa dan Buanajaya di Kecamatan Tanjungsari.

Data Kemendes PDTT tersebut menunjukkan banyak kemajuan lainnya dari desa di Kabupaten Bogor, seperti halnya desa mandiri, di mana sebelumnya hanya berjumlah 29 desa, kini naik menjadi 48 desa.

Kemudian, desa maju dari sebelumnya berjumlah 131 desa menjadi 188 desa. Jumlah desa berkembang yang sebelumnya tercatat ada 252 desa, kini tersisa sebanyak 180 desa.

Tidak hanya itu, sebanyak 18 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Bogor juga mampu berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Perkembangan Kabupaten Bogor dari aspek perekonomian di era Bupati Ade Yasin menurut Hafiz juga cukup mentereng, di mana Kabupaten Bogor tahun lalu mampu membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp3,7 triliun pada tahun 2021 atau melampaui target yang ditetapkan senilai Rp3,3 triliun.

“Ini pencapaian yang luar biasa, ditengah pandemi justru PAD Bogor meningkat cukup tinggi. Tentunya uang tersebut bisa digunakan untuk percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hafiz itu mengaku sangat menghormati proses hukum Ade Yasin yang sedang berjalan.

“Sekalipun banyak hal yang menurut kami agak janggal dalam pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ade Yasin. Bagi kami, siapa otak suap dalam kasus suap opini WTP ini masih bisa diperdebatkan,” paparnya.

“Namun kita tetap ikuti terus proses hukumnya. Selain itu, kami dan beberapa elemen kepemudaan lainnya juga sedang melakukan kajian terkait kasus yang sedang dihadapi Ade Yasib,” tutup Hafiz. =RED