Jangan Sampai Zona Merah, Pemkab Bogor Tidak Ingin PPKM Darurat

Bupati Bogor, Ade Yasin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Pemerintah berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli mendatang. Kabupaten Bogor pun ikut bersiap akan kebijakan tersebut.

“Kita juga siap-siap, ketika instruksi Menteri turun kita menyesuaikan,” ungkap Bupati Ade Yasin, Kamis (1/7/2021).

PPKM Darurat ini direncanakan oleh Presiden RI, Joko Widodo karena kondisi penyebaran Covid-19 yang sudah mengkhawatirkan. Rencananya, hal itu dilaksanakan di wilayah Jawa dan Bali.

PPKM Darurat rencananya akan berlangsung dua pekan di wilayah yang masuk zona merah.

Menurut Ade Yasin, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Bogor masih menerapkan PPKM Mikro. Dia berharap wilayahnya tidak masuk zona merah penyebaran Covid-19, sehingga tak perlu memberlakukan PPKM Darurat tersebut.

“Kan PPKM Darurat ini dilihat dari zonanya ya, kalau merah jadi darurat. Mudah-mudahan kita tidak merah ya. Sekarang kita masih di zona oranye,” jelas Ade Yasin.

Sekedar diketahui, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor terus mengalami peningkatan. Setiap harinya, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat sekitar 90 sampai 100 kasus terjadi.

Ade Yasin pun meminta masyarakat untuk tetap taat dan memperketat protokol kesehatan. “Kami imbau semuanya tetap lakukan prokes dengan baik. Kurangi mobilitas, menjaga jarak, dan selalu pakai masker,” tandas Ade Yasin. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.