Jamnas ke-6 di Bogor, Komunitas Mobility Luncurkan Aplikasi

Acara Jambore Nasional Mobility di Q Square Lifesyle Park Sukaraja, Bogor. IST

SUKARAJA – Ratusan pecinta kendaraan Honda Mobilio yang tergabung dalam Mobilio Indonesia Comunity (Mobility) hadir dalam acara Jambore Nasional (Jamnas) ke-6 di Q Square Lifesyle Park, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/11/2023).

Jambore nasional ke-6 kali ini mengusung tema Goes to Digital, dimana di acara ini sekaligus melaunching aplikasi.

Ketua Pelaksana Jamnas Mobility ke-6, Dany Twins mengatakan, jambore nasional ini memang menjadi agenda rutin setiap tahunnya,”Dan kali ini Bogor jadi tuan rumah,” ujar Dani kepada wartawan

Pada Jambore Nasional ini dihadiri para anggota dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia

“Kami dari pihak panitia setidaknya sudah menyebar sekitar 1.000 undangan lebih, dan ini masih terus berdatangan dari Jogja, kepulauan Riau, Sumatera dan itu sudah teregister,” ucapnya

Lanjut dia, kegiatan ini bertujuan tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tapi juga guna menjaga kekompakan sesama member.

“Selain menjadi ajang silaturahmi, tapi menjaga kekompakan juga, kalau sesama region mungkin bisa setiap minggu, tapi kalau nasional itu hanya satu tahun sekali,” ungkapnya

Sementara, Ketua Umum Mobilty, Deni Yanuar mengatakan, pada acara Jamnas ke 6 Ini akan dilauncing aplikasi dimana esensinya adalah komunitas ini siap bertransformasi ke dunia digital untuk kedepannya.

Ia menjelaskan, dalam aplikasi tersebut member bisa mengakses informasi berisi dari mulai history berdirinya Mobility sejak awal dibentuk hingga saat ini, dan informasi lainnya tentang Mobility

Dengan begitu, para member ini bisa memahami bahwa perjuangan mendirikan komunitas Mobility tidak mudah

Ia menambahkan, hingga saat ini, komunitas Mobility beranggotakan hampir 5.400 yang tersebar dari seluruh provinsi di Indonesia. Oleh karenanya, penting bagi komunitas untuk mempertahankan keutuhan organisasi.

“Untuk merk kendaraan Honda, Mobility merupakan komunitas honda terbesar dan terbanyak, menjaga hal itu sangat sulit. Jangan sampai Mobility itu tenggelam sejarahnya,” imbuhnya

Ia berharap, dengan Mobility goes to digital, komunitas ini dapat mempererat solidaritas.

Selain itu, member juga bisa memanfaatkan aplikasi ini sebagai ruang diskusi untuk sesama member untuk bertukar fikiran ataupun berkonsultasi seputar dunia otomotif.

Tidak sampai disitu, dalam aplikasi ini juga terdapat fitur panic button yang bisa dimanfaatkan oleh member yang sedang mengalami masalah ketika diperjalanan. Sehingga member lain yang berada dalam radius terdekat bisa menerima notifikasi dan segera memberikan bantuan.

“Yang pasti aplikasi ini besar manfaatnya bagi member Mobility, bisa saling mengenal, juga misal ketemu di jalan bisa di cek plat nomornya nanti keluar nama ownernya dari region mana, seperti itu garis besarnya,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.