Jalan Penghubung Cianjur-KBB Terputus Akibat Luapan Sungai Cisadea

Inilah ruas jalan penghubung antara Kecamatan Sindangbarang dan Kaxatan Agrabinta yang terendam banjir. Esya | Pakar

CIANJUR — Akibat diguyur hujan deras ruas jalan penghubung antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terputus, tergerus banjir setinggi lutut orang dewasa. Hujan deras mengakibatkan meluapnya Sungai Cisadea, di Kampung Cicalung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Senin malam (13/9/2022).

Informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras selama semalaman tersebut, selain telah memutus ruas jalan penghubung antara kecamatan, yakni Kecamatan Sindangbarang dengan Kecamatan Agrabinta dan Kecamatan Cikadu juga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat. Sehingga, kendaraan tertahan di jalan provinsi jabar.


Salah seorang warga setempat Gingin (55) mengatakan, ruas jalan penghubung antara Kecamatan Sindangbarang-Cikadu terebut tidak dapat lintasi, akibat terendam banjir luapan aliran Sungai Ciipangmungguan meluap. Karena guyur hujan deras.

“Memang ketinggian air, tersebut hampir mencapai setinggi lutut orang dewasa. Makanya, sejumlah kendaraan yang hendak melintasi jalan yang tegenang banjir,” ujar Gingin kepada wartawan, Selasa(13/9/2022).

Sementara itu Camat Sindangbarang Indra Sunggara membenarkan jika ruas jalan penghubung antara Kecamatan Sindangbarang menuju Agrabinta tidak dapat dilalui kendaraan, akibat terendam banjir.

“Ruas jalur jalan tersebut terendam banjir. Namun, setelah aliran Sungai Cisadea meluap akibat diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak siang tadi,” terangnya.

Selain itu, kata dia, meluapnya aliran Sungai Cisadea telah merendam sejumlah kampung yang ada diwilayah sekitarnya. Saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan pendataan.

“Memang kita sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Akibat banjir tersebut sejumlah kendaraan tidak dapat melintas,” bebernya.

Hingga saat ini, kata Indra, sejumlah kendaraan masih tertahan. “Saat air masih tinggi semua pengendara menunggunya hingga air sungai surut agar kendaraannya sama sekali tidak dapat melintas. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.