Jalan Dibangun, Warga Legok Nyenang Pancawati Sumringah

Terlihat para pekerja sedang melakukan pembangunan jalan di Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati. (Ist)

CARINGIN – Warga Kampung Legok Nyenang Rt 03 RW 10 Desa Pancawati Kecamatan Caringin, sumringah. Mereka berbodong-bondong bergantian membuat makanan untuk pekerja yang mengerjakan pengecoran jalan sepanjang 280 meter dengan lebar 2 meter. Pasalnya jalan tersebut bertahun tahun belum tersentuh pembangunan, dan tahun 2024 mendapat giliran pembangun lebat anggaran Dana Desa.


Ujang Jelug Ketua RW 10 mengatakan, pihaknya sangat bersyukur wilayahnya mendapat giliran pembangunan jalan melalui Dana Desa (DD), yang selama ini sangat diharapkan warganya. “Alhamdulillah tahun ini giliran kampung kami, dan antusias warga terlihat mereka bergantian membuat makanan untuk para pekerja yang membangun jalan,” katanya kepada Pakar.


Dia menjelaskan, pembangunan di desa Pancawati Dengan dana desa, sebelumnya dibahas dan disetujui dalam Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes), sehingga bergantian setiap wilayah dengan skala prioritas. “Jalan yang dibangun ini baru dapat guliran tahun ini, dan jalan ini digunakan warga untuk membawa hasik pertanian maupun lalulintas untuk kepentingan umum,” ucapnya.


Dudum salah satu tokoh masyarakat menambahkan, dirinya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pihak desa, yang sudah membangun jalan di kampungnya dengan kualitas cor yang baik. Bahkan, menurutnya, jalan tersebut sangat dibutuhkan selama ini. “Saya atas nama masyarakat mengucapkan, banyak terimakasih kepada pihak desa, yang sudah membangun jalan ini, kami semua dalam memberikan dukungan secara bergantian membuat makanan untuk para pekerja selama tujuh hari dan hanya itu yang bisa kami berikan,” ungkapnya.


Sementara itu Kepala Desa Pancawati H Iqbal Jayadi menjelaskan, pembangunan yang dilakukan di Desa Pancawati semua berdasarkan Musrenbangdes, tahun 2023. Setelah dilakukan musrenbangdes dilihat dari skala prioritas. Bahkan lanjut dia, dengan keterbatasan anggaran dan luasnya wilayah sehingga harus bergantian dengan 13 RW dan 48 RT serta 5 dusun. “Walaupun anggarannya ada, tapi kami harus adil membagi pembangunan ini secara bergantian, dan hasil musrenbangdes. Sehingga tidak semua usulan bisa diakomodir dalam satu tahun,” jelasnya.


Namun lanjut dia, alhamdulillah secara bertahap setiap wilayah dapat merasakan pembangunan sesuai usulan para tokoh dan masyarakat. “Alhamdulillah setiap tahun, baik jalan setapak, turap, posyandu. Jembatan, dam air, PAUD dan yang lainnya secara bertahap setiap tahun kami laksanakan,” pungkasnya. UJG
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.