Ini Kepentingan Terselubung Dibalik Pembongkaran Lapak PKL di Puncak

Vila di kawasan Puncak. IST

CISARUA – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu, disinyalir memiliki kepentingan terselubung. Tindakan Pemkab Bogor dalam menertibkan para pelaku usaha kecil, walaupun direlokasi kedalam rest area, tidak berbanding lurus dengan maraknya bangunan bisnis komersial ilegal tak berizin yang tersebar di kawasan Puncak meliputi Kecamatan Megamendung dan Cisarua.

Maraknya bangunan-bangunan ilegal tak memiliki perizinan lengkap, seperti hotel, penginapan ataupun vila-vila, tetapi belum ditindak tegas oleh pihak Pemkab Bogor, menjadi sorotan dan perhatian berbagai pihak.

Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Kabupaten Bogor, Rahmatullah mengatakan, jika dalam menegakan Perda Nomor 4 Tahun 2015 jangan tebang pilih dan tumpul ke atad.

“Kami sangat mengapresiasinya karena itu adalah aturan hukum yang harus ditegakkan, tapi catatannya jangan juga peraturan itu hanya diterapkan dikalangan masyarakat kecil saja, harus juga diterapkan juga di kalangan menengah dan kalangan atas, agar menjadi sebuah keadilan yang merata,” ujarnya, Senin (08/07/24).

Menurutnya, langkah-langkah penertiban yang dilakukan Pemkab Bogor, tidak tebang pilih dan memang harus netral sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. “Jika mau aturan perda di tegakan maka bangunan villa, hotel, tempat wisata dan tempat usaha lainya yang tidak memiliki izin harus di adili juga sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Peraturan Daerah No 11 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern, diatur dalam peraturan daerah. Namun pembangunan pasar modern terus berjalan di setiap wilayah.

“Faktanya dari tahun 2017 sampai saat ini tahun 2024 pembangunan Alfamart dan Indomaret terus berjalan di 20 Kecamatan yang masuk pada wilayah moratorium, jadi kami punya harapan dan mendukung penuh kepada PJ Bupati Asmawa Tosepu untuk menutup dan meratakan bangunan tersebut,” tuntasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.