Ini Imbauan dari Perbasi Kota Bogor untuk Klub, Komunitas dan Akademi Bola Basket

Ketua Perbasi Kota Bogor, Adjie Martha. IST

BOGOR – Pengurus Cabang Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Bogor, kembali mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh klub, ekskul, komunitas, dan akademi bola basket di ‘Kota Hujan’, agar selalu mematuhi dan mantaati aturan Pemerintah Kota Bogor, dan Dinas Kesehatan, tentang Protokol Kesehatah (Prokes) selama masa Pandemi Covid-19.

Apalagi sekarang ini, jumlah penularan virus Covid-19 di Kota Bogor sangat tinggi, sehingga dengan dasar tersebut Pengcab Perbasi Kota Bogor, kembali mengeluarkan surat mengimbau kepada klub, ekskul, komunitas ataupun akademi, untuk waspada, dan wajib mematuhi Prokes selama menjalani program latihan.

Seperti dikatakan Ketua Umum Pengcab Perbasi Kota Bogor, Adjie Martha. Menurut dia, jika pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan untuk klub, ekskul, komunitas ataupun akademi basket di Kota Bogor, untuk tetap mematuhi prokes ketika menjalankan program latihan.

“Terhitung dari 18 Juni 2021 lalu, kita sudah memberikan imbauan melalui surat kepada klub, ekskul, komunitas, dan akademi bola basket di Kota Bogor, agar selalu mematuhi prokes selama masa Pandemi Covid-19,” ujar Adjie Martha, Senin (21/6/2021).

Ia menjelaskan, bahwa imbauan yang dikeluarkan Pengcab Perbasi ini, merupakan tindak lanjut imbauan dan arahan yang diterima Pengcab Perbasi dari Pemkot Bogor, dan Dinas Kesehatan, perihal meningkatnya jumlah penderita yang terinfeksi virus Covid-19 di Kota Bogor.

Jadi sambung Adjie Martha, dengan dasar tersebut, Pengcab Perbasi harus menindak lanjuti arahan ini kepada para klub, ekskul, komunitas, dan juga akademi basket yang ada di ‘Kota Hujan’, untuk tetap menjalankan prokes pada saar melangsungkan kegiatan berlatih, fun game internal, eksternal.

“Adapun imbauan yang harus dijalankan, yakni melakukan cek suhu tubuh sebelum latihan atau fun game, sterilisasi area lapangan dan peralatan latihan, memberikan imbauan kepada orang tua yang mengantarkan anak-anaknya untuk menghindari kerumunan di lapangan, maksimal sepuluh orang dan dua staff pelatih per-session, menghentikan latihan jika membuat kerumunan masa, serta melampirkan hasil test rapid atau antigen sebelum fun game dimulai,” tegasnya.

Ini semua dilakukan, tambah Adjie Martha, merupakan upaya antisipasi yang dilakukan Pengcab Perbasi kepada para klub, ekskul, komunitas, dan akademi dimasa pandemi Covid-19. Karena, lanjut Adjie, sampai saat ini Pengcab Perbasi juga masih menunggu arahan dari Pemkot, dan Dinas Kesehatan, kaitan dengan pelaksanaan kegiatan olahraga yang dianjurkan. Yang mana nantinya akan disusun protokol kesehatan dalam kegiatan keolahragaan, khususnya cabor bola basket di Indonesia, dan Kota Bogor. =ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.