Ini Alasan Dinas PUPR Belum Serahkan Surat Lelang Masjid Agung

Masjid Agung Kota Bogor, kondisi terkini. (SYARIF)

BOGOR – Bulan Maret 2021 akan segera berakhir, hingga saat ini belum juga dilakukan lelang untuk kelanjutan proyek pembangunan Masjid Agung, walaupun dana anggaran yang berasal dari APBD Kota Bogor sudah tersedia sebesar Rp32 Miliar. Menurut Bagian PBJ Sekretariat Daerah Kota Bogor, pihaknya belum menerima surat pelelangan dari Dinas PUPR untuk segera ditayangkan lelang tersebut.

Menyikapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor akan menyerahkan surat pelalangan lanjutan proyek Masjid Agung dengan pagu sebesar Rp32.884.295.000 kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor dalam waktu dekat ini.

“Kami akan serahkan dalam waktu dekat ini, agar pekan depan proyek itu dapat segera dilelangkan,” ujar Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi saat dihubungi wartawan, Rabu (24/3/2021).

Menurut Chusnul, saat ini pihaknya tengah meminta pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pendampingan (BPKP) Jawa Barat terkait kelanjutan proyek Masjid Agung. “Kegiatan ini kan angkanya cukup besar, jadi pendampingan dibutuhkan agar dari semua sisi tak ada kesalahan,” ucapnya.

Chusnul berharap, nantinya BPKP mau mengawasi dan mensupervisi dari mulai dokumen, pelelangan hingga pembangunan. “Kami inginnya seperti itu. Mudah-mudahan BPKP mau,” katanya.

Untuk pengerjaan fisik tahun ini, sambung Chusnul, akan fokus pada struktur atap, pondasi dan atap, dengan jangka waktu pekerjaan hingga Desember 2021. “Harus selesai tepat waktu, agar Masjid Agung ini cepat selesai,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Chusnul, untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung dibutuhkan dana tambahan kurang lebih sebesar Rp50 miliar, yang meliputi pekerjaan fisik berupa landscape, tangga, menara dan interior. “Kalau tahun depan dianggarkan Rp50 miliar, proyek Masjid Agung akan selesai,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.