Ini Agrowisata Unggulan di Desa Gunung Bunder II

PAMIJAHAN – Tempat wisata Bunder Lab yang berada di Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan menjadi salah satu agrowisata yang murah meriah.

Owner Resto and Adventure Bunder Lab Kasih Anggoro mengatakan, perbedaan tempat wisata Bunder Lab dan wisata lain yaitu dari management systems, di Bunder Leb menggunakan waste management systems dan memilik klinik sampah.

“Yang membedakan cuma waste management systems, kita mengundang klinik bank sampah Budi Luhur yang di sebut klinik span, jadi pengujung yang datang ke sini bisa mengelola sampah dengan baik, jadi ada edukasi pengelolaan limbah sampah itu yang paling penting,” ungkapnya kepada wartawan, jum’at (04/2/2022).

Anggoro mengatakan, Bunder Lab tidak hanya menyajikan makanan saja, akan tetapi ada farming, hidroponi, dan makanan yang disediakan masih fresh saat sajikan, sehingga pengujung pun bisa memetik sayurannya sendiri.

“Selain agrowisata dan pemandangan wisata kita juga bisa mengelola sampah itu saja yang membedakan dari tempat wisata yang lain,” ujarnya.

Anggoro mebeberkan, dari fasilitas yang ditawarkan seperti villa dan makanan masih terjangkau untuk masyarakat, dari villa permalam kisaran Rp.200 permalam.

“Dari harga sendiri saya liat murah-meriah karna kita kan dari universitas Budi Luhur, jadi bukan semetra-merta untuk bisnis, sehingga kebanyakan yang bekerja di sini para mahasiswa,” jelasnya.

Tempat wisata tersebut di bukan sejak awal pandemi Covid-19 terjadi, sehingga tidak begitu merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

“Kita beranjang pas pandemi Covid-19, jadi kita tidak begitu merasakan dampak dari pandemi Covid-19,” bebernya.

Anggoro menjelaskan, sebetulnya lahan tersebut di beli pada tahun 2011 untuk fasilitas Kampus Budi Luhur, jadi untuk mahasiswa saja, karna lahannya yang luas hampir sekitar 2 hektar, sehingga digunakan untuk berternak kuda hingga saat ini. Bahkan kuda-kuda tersebut digunakan untuk ajang perlobaan nasional maupun internasional.

“Nah kuda-kuda itu untuk menunjang sport horse (kuda pacu) untuk PON, Sea Games, Asian Games, nah resto itu dulunya kandang kuda yang sekarang kita sulap untuk resto, sehingga kita buat jadi laboratorium kehidupan, jadi orang pulang dari sini punya inspirasi sehingga hidupnya lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Cepi pengujung wisata mengatakan, dengan fasilitas dan makanan yang ditawarkan cukup terjangkau dan tidak begitu menguras kantong. “Harga terjangkau dan makannya juga enak, wort it bagi kantong kalangan menengah kebawah,” singkatnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.