Infrastuktur Tidak Memadai, Ibu Hamil Terpaksa Ditandu ke Puskesmas Pabangbon

Beginilah kondisi warga saat membawa ibu hamil menggunakan tandu menuju ke Puskesmas karena infrastuktur jalan yang tidak memadai. Firman | Pakar

LEUWILIANG – Miris masih ada seorang ibu hamil harus di tandu wilayah Kabupaten Bogor. Ibu hamil dari Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, di tandu menggunakan bambu yang di alaskan kain.

Pasalnya melihat kondisi jalan tersebut yang lantaran susah dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga hal tersebut harus dilakukan. Teni Tania (19) warga Kampung Gunung Menir yang ditandu didalam video pada saat memuju pukesmas Leuwliang yang direkam warga ramai-ramai. Kejadian tersebut menurut informasi terjadi beberapa waktu.

Diungkapkan Bidan Desa Pabangbon Ayu Kusuma bahwa saat itu ada pasien (ibu hamil) datang usai ditandu dari Kampung Menir dibawa ke Puskesmas Pembantu Desa Pabangbon.

“Ia saat itu pagi hari pukul 08.30 wib ada pasien hendak melahirkan saat datang ke sini kondisi kehamilan hamil muda dan ada masalah pada kandungan, karena saya tidak ingin beresiko perlengkapan medis di Pustu terbatas sehingga saya sarankan (rujuk) ke Puskesmas Leuwiliang untuk dilakukan penaganan,” kata Bidan Desa Pabangbon Ayu Kusuma saat dikonfirmasi, Rabu (6/10/2021).

Ayu menambahkan, setelah dilakukan penaganan oleh Bidan di Puskesmas Leuwiliang kondis lahir normal meksipun ari-ari bayi tersebut sempat tidak keluar sehingga harus dilakukan penaganan khusus.

“Dan setelah itu alhamdulillah kondisi bai dan ibunya saat ini baik dan sehat kemarin sudah periksa juga ke sini,” katanya.

Lebih lanjut Bidan Ayu menceritakan warga yang hendak melahirkan atau yang sakit ditandu memang bukan kali ini saja, namun sudah sering terjadi karena jalan yang terjal dan sulit diakses menggunakan kendaraan roda empat.

“Bahkan kalau menggunakan kendaraan roda dua pun itu harus yang sudah terampil saya aja kalau ke kampung itu kalau memeriksa yang sakit gak berani pakai motor dan harus jalan kaki, karena memang jalanya yang terjal,” katanya.

Sementara itu, Sekertais Desa Pabangbon Novi Firdaus mengatakan, dirinya merasa sangat prihatin saat ini masih ada Warganya yang ingin lahiran harus ditandu. Mengingat akses jalan yang sulit untuk masuk roda empat.

Ia mengatakan, di Desa Pabangbon selain Desa Gunung Menir ada juga 2 Kampung lagi yang memang kondisi kampung tersebut bisa dibilang masih terisolir.

Dari itu dirinya berharap pemerintah daerah maupun pusat memaksimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Pabangbon. Mengingat Desa Pabangbon berada diatas pengunungan.

“Ya berharap agar pemerintah daerah dan pusat lebih memperhatikan lagi pembangunan infrastruktur di Desa Pabangbon. Meksipun saat ini sudah ada pembangunan akses jalan ke kampung terisolir dengan dana Samisade Pemkab Bogor,” pungkasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.