HJB ke 541, Ini Pandangan Dari Ketum Kawani Bogor Sendi Fardiansyah

Sendi Fardiansyah, Ketua Umum Kawani Bogor. (Ist)

BOGOR – Bogor memasuki usia ke 541 tahun. Berbagai perkembangan kemajuan terus terjadi di Bogor pada berbagai sektor. Ketua Umum Kawani Bogor, Sendi Fardiansyah memberikan perhatian dan pandangannya pada Milangkala Bogor 3 Juni 2023 ini.

“Pada hari jadi yang ke-541 ini, Bogor, khususnya Kota Bogor nampak sudah cukup merenah dengan wajah kotanya yang nampak terlihat cantik. Pembangunan Kota Bogor dalam 1 dasawarsa terakhir mengalami kemajuan. Walaupun demikian masih banyak yang harus dibenahi dari sisi penataan fisik kota, misalnya sarana dan prasarana kota yang harusnya lebih menyebar dan merata ke seluruh wilayah, tidak hanya terpusat di tengah kota,” ucap Sendi kepada wartawan, Sabtu 3 Juni 2023.

Lanjut Sendi, kemudian pembenahan transportasi, baik sarana jalan maupun sarana angkutannya, yang harus terintegrasi antara transportasi dalam kota dengan transportasi antar kota dan antar provinsi. Sehingga keberadaan terminal juga benar-benar harus segera direvitalisasi. Penataan sarana dan prasarana kota harus terintegrasi dengan sektor-sektor lain yang menjadi prioritas pengembangan, yaitu sektor perdagangan dan industri, khususnya UMKM, sektor jasa, khususnya yang menunjang kegiatan pariwisata. Agar bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi kreatif di masyarakat serta sektor-sektor ekonomi lainnya.

“Selain penataan fisik kota, harus juga diperhatikan penataan pemerintahan, sehingga pemerintahan harus efisien, efektif dan prima dalam melayani masyarakat. Khususnya pelayanan terhadap aspek dasar kebutuhan masyarakat yang harus diutamakan. Saat ini bidang kesehatan dan pendidikan masih menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian khusus, selain masalah-masalah sosial lainnya. Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan menjadi tantangan bersama. Jumlah puskesmas dalam dekade terakhir tidak meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kondisi masalah kesehatan akibat pandemi covid19. Pelayanan BPJS Kesehatan yang belum optimal, harus dicover oleh pemda dengan penyiapan struktur dan infrastruktur kesehatan yang baik, sehingga masyarakat, terutama yang kurang mampu dapat terlayani,” jelasnya.

Begitu juga masalah pendidikan, tambah Sendi, mulai dari sistem penerimaan peserta didik, kualitas dan kuantitas struktur dan infrastruktur pendidikan, pembinaan lembaga pendidikan yang dikelola swasta, serta penyiapan beasiswa dan subsidi pendidikan harus benar-benar ditingkatkan dan dilaksanakan dengan acuan kompetensi dan pelayanan minimal yang terukur.

“Kota Bogor memiliki penduduk di atas 1 juta jiwa dengan komposisi penduduk yang beragam, terutama jumlah penduduk milenial yang cukup besar. Hal ini menjadikan tantangan sendiri bagaimana generasi masa depan Kota Bogor memiliki kualitas SDM yang memadai untuk menghadapi kehidupan pribadi maupun berkontribusi terhadap Kota Bogor dan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, pada aspek perkembangan teknologi informasi kini semakin pesat, pemerintah Kota dan masyarakat harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk memberikan kemudahan dalam hal layanan publik dan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan. “Jadi harus ada keseimbangan dalam pembangunan kota antara pengembangan fisik, serta ekonomi dan sosial. Faktor kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi akan menjadi penentu kemajuan di masa depan. Sehingga harus bisa dicapai “Kota Tertata Warga Bahagia”. Selamat hari jadi Bogor, ayo bersama kawani Bogor,” pungkas Sendi. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.