Heboh Ulat Bulu Serang Ruangan Kelas SMPN 2 Bojongpicung Cianjur

CIANJUR – Saat sedang proses belajar SMP Negeri 2 Bojongpicung, Desa Jati Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, heboh diserang ribuan ekor ulat bulu. Awalnya ulat bulu tersebut, itu hidup dan berkembang biak di pohon yang tumbuh liar di lahan milik Pemerintah Desa (Pemdes) Jati yang lokasi berdampingan dengan SMPN 2 Bojongpicung.


Salah satu staff TU SMPN 2 Bojongpicung Yandi mengaku jika sebelumnya ulat bulu tersebut, hampir setiap tahun selalu ada. Akan tetapi, sudah hampir dua misim ini, ulat bulu tersebut, menghilang tidak ada. Namun tiba-tiba saja ulat bulu tersebut, ada lagi hingga kondisinya lebih banyak dibandingkan sebelumnya. “Saking banyaknya tahun ini, ulat bulu tersebut, bisa merayap masuk keruangan kelas, ada sebanyak 3 kelas dan sebanyak 90 siswanya terpaksa dipindahkan sementara ke ruangan kosong bekas ruangan kelas 9 yang kosong,” kata Yandi kepada wartawan, Jumat (14/6/2024).


Menurutnya, ulat bulu tersebut, tidak hanya menyerang ruangan kelas sekolah saja, namun menyebar ke halaman serta rumah penduduk sekitar yang tak jauh dari pohon tempat bersarangnya ulat tersebut. “Hama ulat bulu tersebut, bukan hanya masuk ruangan kelas SMP saja. Namun, musim ini ulat bulu tersebut, menyerang rumah-rumah penduduk sekitar,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Yandi pihaknya telah melaporkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Jati, Kecamatan Bojongpicung agar pohon Kuray yang dijadikan sarang ulat bulu supaya ditebang. Pasalnya, telah mengganggu terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) SMP Negeri 2 Bojongpicung. “Iya memang hewan ulat bulu tersebut, telah mengganggu proses KBM anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jati Tedi Mulyadi mengaku jika dirinya mengetahui hal tersebut, setelah adanya laporan dari pihak sekolah. Sebab ulat bulu tersebut sudak masuk menyerang ruang kelas SMP Negeri 2 Bojongpicung disaat sedang proses bejar mengajar. “Saat itupun, kami langsung mendatanginya ke lokasi pohon dan ke sekolah. Namun masih ada warga yang tidak mengizinkan untuk ditebang. Alasanya, diphon tersebut, ada mahluk gaib yang menjaganya,” katanya.

Namun, kata Tedi pihaknya tetap akan menebang pohon tersebut setelah ulat-ulat tersebut menghilang. “Untuk saat sekarang pohon tersebut, tidak ditebang, lebih baik nanti saja setelah ulatnya tidak ada. Pasalnya, jika ditebang sekarang ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.