Hasil Survei LS Vinus, Dedie Rachim dan Yane Ardian Masuk 5 Besar

Hasil survei LS Vinus pada Pilwalkot Bogor 2024. (Ist)

CIBINONG – Lembaga Studi (LS) Vinus telah merilis hasil survei bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor yang akan bertarung di Pilkada 2024.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif LS Vinus, Yusfitriadi bahwa ia menyebut Dedie A Rachim menjadi nama paling tinggi dari kandidat lain yang maju dalam Pilkada 2024.

“Elektabilitas Dedie A. Rachim berdasarkan hasil survei LS Vinus mencapai 18,63 persen, diikuti Ketua DPD Golkar Kota Bogor Rusli Prihatevy dengan raihan 14,13 persen. Lalu posisi ketiga ada nama Sendi Ferdiansyah dengan elektabilitas 12,55 persen. Sementara, elektabilitas Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, yang digadang-gadang calon kuat dari PKS hanya meraih 4,13. Dan kelima Istri Bima Arya yakni Yane Ardian hanya meraih elektabilitas 3,75 persen,” katanya pada Kamis 2 Mei 2024.

Menurutnya Dedie A. Rachim sangat unggul dalam survei bakal calon wakil wali kota Bogor. Elektabilitas incumbent ini meraih 7 persen, disusul Sendi Ferdiansyah dengan 4,50 persen.

Ia mengaku survei ini dilakukan untuk memotret dan mengetahui elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor di Pilkada 2024 paska Pemilu 2024.

Selain itu, survei dilakukan karena LS Vinus belum melihat ajegnya koalisi di Pilkada 2024, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sementara, sudah bermunculan beberapa nama dan aktor politik yang berminat dalam kontestasi di Pilkada 2024, baik pemilihan gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Yusfitriadi juga melihat sudah banyak sosialisasi yang dilakukan beberapa nama untuk bertarung di Pilkada 2024, termasuk wali kota dan wakil wali kota Bogor.
Sementar, survei bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor ini dilakukan melalui empat proses.

Pertama metodologi survei sample random sampling dengan memggunakan teori slovin dalam pengambilan samplenya.
Proses kedua, yaitu populasi dan sample dimana survei menyasar penduduk Kota Bogor berdasarkan KTP, mulai usia 17 tahun.

“Sasaran survei 800 responden yang dibagi secara proporsional berdasarkan DPT per desa,” terang Yusfitriadi.

Ketiga, waktu survei dilakukan rentang waktu 20-27 April 2024. Terakhir, instrumen survei berupa pertanyaan terbuka dan semi terbuka.
“Survei ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat Kota Bogor siapa yang layak jadi kepala daerah,” imbuh Yusfitriadi. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.