Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-116, RSUD Leuwiliang Beri Penyuluhan Kesehatan di Ponpes Cigudeg

Foto bersama usai RSUD Leuwiliang memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang dunia kesehatan kepada para santri di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pada Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-116. (Dok.RSUD Leuwiliang)

LEUWILIANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang dunia kesehatan kepada para santri di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pada
Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-116.

Dipimpin Ketua IDI, dr Encep, kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 1 Juni 2024 itu merupakan
bagian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan di kalangan remaja khususnya di Pondok Pesantren, khususnya terkait dengan stunting dan kesehatan umum,” ujar Encep.

Menurutnya, peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-116 menjadi momen penting bagi para dokter untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.

“Saya garis bawahi bahwa, peran penting pendidikan kesehatan dalam mencegah berbagai penyakit dan masalah kesehatan lainnya,” tegas Encep.

Sementara, salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyuluhan tentang stunting yang dibawakan dr. Rosmalina Agustina.

Dia menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan anak.

“Tentunya berdampak pada terganggunya perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para santri dan siswa mengenai pentingnya asupan gizi yang baik sejak dini untuk mencegah stunting,” kata Rosmalina.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, dr. Margi Yati Soewito mempraktekan cara bersih-bersih telinga kepada santri.

“Tujuannya untuk mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan telinga sebagai bagian dari kesehatan diri yang sering kali diabaikan,” ucap Margi.

Kemudian untuk para remaja putri, dilakukan pemeriksaan HB oleh Tim dr. Arvid dan Tim Puskesmas Cigudeg.

Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi anemia yang sering dialami oleh remaja putri akibat menstruasi yang bisa mempengaruhi konsentrasi belajar dan kesehatan secara umum.

Sementara itu, Ibu Irma Rudiansyah, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), mendukung kegiatan penyuluhan oleh RSUD Leuwiliang ini.

“Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas,” pintanya.

Selain penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, acara ini juga diakhiri dengan pemberian makanan tambahan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan gizi para santri dan siswa.

Sekedar informasi, peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-116 di ini melibatkan santri Pondok Pesantren Raudhatul Ulum
mulai dari tingkat SMP IT, SMA IT, dan MA’HAD ALY RAUDHA ‘TUL ULUM. =KM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.