Harga Urea Rp5000 Satu Kilo di Caringin, Kapolsek dan Danramil Diminta Cek Lapangan

CARINGIN – Ketua Satgas Pangan Pulau Jawa Dan Sumatra, Mayjen  Ahmad A. Rizal Mengunjungi sejumlah petani di Desa Cimande Kecamatan Caringin. Staf Ahli Kasad tersebut tercengang dan marah besar menerima keluhan petani terkait harga Urea per kilogram mencapai Rp 5000. Sementara Harga Eceran tertinggi (HET) Rp. 2.250 per kg, bahkan jendral Bintang dua tersebut memerintahkan Kapolsek Caringin dan Danramil Ciawi untuk melakukan pengecekan.


Dalam kunjungannya tersebut Mayjen didampingi Kasdim kabupaten Bogor 0621 Mayor Cke R. Khoirul, Danramil Ciawi Caringin Mayor ARM Soetrisno. Kapolsek Caringin AKP Hendra Kurnia.  Penyuluh pertanian. PT. Pupuk Indonesia. Distanhortbun dan pemilik agen pupuk.
Dalam kunjungan tersebut jendral bintang dua tersebut mempertanyakan kepada PT. Pupuk Indonesia, dan Distanhortbun adanya keluhan petani terkait harga Pupuk yang dua kali lipat dari HET.


“Kedatangan kami kesini dalam rangka penyaluran Pompa Air Dan sekaligus mengunjungi petani terkait penyaluran pupuk Subsidi,” kata Mayjen Ahmad A. Rizal kepada Pakar.


Dia menegaskan, adanya keluhan petani tingginya harga pupuk harus menjadi perhatian dinas dan Distributor pupuk. Jangan sampai penjualan diatas HET. Oleh karena itu pihaknya meminta Babinsa dan Babinmas untuk turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi, dengan membuat group WhatsApp.


“Saya mengecek penyaluran pupuk, ternyata harganya ada yang Rp.. 3000 ada juga yang Rp 5000. Nah Saya sudah memerintahkan pak danramil dan Kapolsek untuk mengecek di lapangan agar diyakinkan harga pupuk Subsidi disesuaikan dengan HET,” tegasnya.


Terkait dengan antisipasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi lanjut dia, pihak Kementan dan panglima TNI  sudah membuat MOU bahkan dengan pak kapolri. Makanya sekarang diarahkan Babinsa dan Babinmas untuk melakukan pendamping kepada para petani. “Dengan pendampingan oleh babinsa dan Babinmas, untuk membantu petani agar penetralan harga tersebut sesuai dengan HET. Nah peran babinsa dan Babinmas inilah yang akan berperan maksimal dilapangan,” ungkapnya.


Dia juga mengimbau, dana desa yang setiap tahun dikucurkan itu dimanfaatkan dengan baik, untuk sarana dan prasarana pertanian. “Saya menghimbau, agar dana desa itu kan minimal 20 persen untuk dimanfaatkan  untuk  ketahanan pangan, jangan disalurkan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk  fisik baik itu irigasi air, tranportasi pertanian. Pipanisasi itu boleh, jangan dikasi uang nanti hilang uangnya,” pintanya. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.