Harga Sewa Mahal, Pasar Desa di Bogor Barat Banyak yang Mati Suri

Inilah kondisi terkini pasar desa di Kecamatan Pamijahan. Jefri | Pakar

PAMIJAHAN – Pasar Desa Gunung Picung di Kecamatan Pamijahan, sepi pengunjung. Hal ini pun serupa dengan pasar desa yang ada di Kecamatan Sukajaya.

Dari puluhan kios, dan lapak yang tersedia di pasar yang dibangun akhir medio 2014 silam tersebut, kini cuma segelintir kios dan losnya saja yang terisi pedagang.

“Selain harga sewa, harga jual per kios dan lapaknya mahal, Pasar desa Gunung Picung juga sepi pembeli,” kata Suganda warga sekitar kepada PAKAR, Kamis (21/1/2021).

Kondisi sepinya Pasar Desa oleh pedagang yang berjualan sambung dia, sudah berlangsung sejak 2017 lalu.

“Pasar Desa yang dibangun dari bantuan dana Stimulus Pemprov Jawa Barat tersebut, saya anggap sia-sia dan mubajir. Apalagi di tengah pandemi covid seperti sekarang ini, Pasar yang tadinya diprediksikan bakal ramai, ternyata sekarang mati suri,” tandasnya.

Erna pemilik salah satu kios di Pasar Desa Gunung Picung yang sampai saat ini masih bertahan menambahkan, kondisi saat ini sangat sepi.

“Jumlah pedagang yang mengisi kiosnya juga tidak pernah bertambah paling cuma lima kios saja termasuk kios saya yang sampai saat ini masih tetap bertahan berjualan, sementara Los yang berada di dalam pasar kosong melompong,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Imam Camat Pamijahan belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangannya terkait keberadaan Pasar Desa Gunung Picung yang kini kondisinya mati suri. =JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.