Harga Retribusi Sampah Bakal Naik, Ini Penjelasan DLH

Salah satu petugas DLH saat mengangkut sampah. Firman | Pakar

CIBUNGBULANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor naikan harga retribusi sampah mencapai 2 kali lipat, bahkan hal tersebut membuat janggal.

Kenaikan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2023, bahkan dengan kenaikan tersebut membuat pelaku usaha makanan, sekolah dan rumah sakit mengeluh dengan kenaikan tarif tersebut.

“Ya ngerasa berat juga kalau sekali angkut naiknya mencapai 2 kali lipat, jualan untungnya tidak seberapa ini retribusi sampahnya mahal banget persekali angkutnya,” ujar salah satu Rumah Makan, Mawar.

Kategori fasilitas persatu kali angkut sampah berdasarkan Perda No 11 tahun 2023 yakni. Stasiun Rp. 1.130.000, SPBU, Rp. 270.000, Sekolah I SD, SMP, SMA dan lain – lain Rp. 270.000, Sekolah II, Sekolah No Formal Paud, TK, BLK dan lain-lain Rp. 160.000, Rumah sakit Rp. 3.150.000, Klinik Rp. 300.000 dan Puskesmas Rp. 300.000.

Kategori Bisnis sekali angkut dipatok harga yakni. Restaurant Rp.180.000, Mini market Rp. 180.000, Mall Rp. 900.000, Wisata alam Rp. 230.000, Wisata budaya Rp. 470.000, Wisata buatan Rp. 560.000, Hotel Rp. 270.000 sampai Rp. 900.000.

Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan Wilayah UPT VI Agung Sugiarto membenarkan adanya kenaikan retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2023 dan telah disahkan pada bulan Desember 2023.

“Kalau dari warga belum karena naiknya belum terlalu signifikan, cuman kalau dari RSUD instansi lain agak lumayan karna mereka juga menggeser anggaran kali ya,” ungkapnya saat ditemui di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Menurut, sebelum melakukan kenaikan penarikan retribusi pihaknya telah melakukan kajian dan merumuskan hal tersebut dengan beberapa intansi sehingga telah disetujui secara bersama. “Waktu merumuskan itu ada beberapa instansi juga yang dilibatkan dari dinkes dari pihak tertentu juga kan barengan sama dengan retribusi dari Dinkes juga kan rumah sakit,” ujarnya.

Kenaikan retribusi berdasarkan agar pihak-pihak terkait bisa mengelola sampah dengan baik sehingga sampah yang sudah dipilih bisa dibuang ke TPA. “Pasti ada si cuman mungkin menyikapi seperti apa,cuman kan arah nya kan pemda itu untuk meminimalisir sampah tersebut. ya minimal yang tadinya bayar retribusi sekian supaya tidak naik terlalu tinggi sehingga mau di apa kan solusi nya sampah ini,” paparnya.

Ia juga menampik dengan kenaikan harga tersebut sudah dilakukan sosialisasi dan juga pemberitahuan kepada pihak-pihak terkait sehingga tidak menimbulkan persoalan. “Sudah melakukan sosialisasi di bulan desember dari oktober, ada beberapa pelaku usaha dari pemerintah dari pihak rumah sakit udah melakukan sosialisasi dibulan Oktober, November, sampai Desember,” tuntasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.