Harga Cabai Rawit Naik di Pasar Tradisional, Pedagang Merugi

Seorang pedagang cabai di pasar Cicangkal Kecamatan Rumpin tampak tengah melayani pembeli. Fahri | Pakar

RUMPIN – Beberapa hari terakhir ini, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan. Namun ironisnya, banyak pedagang justru mengeluh akibat menurunnya omzet penjualan.

Seperti dikeluhkan Salim (39) seorang pedagang cabai yang berjualan di pasar Cicangkal, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

“Kenaikan harga cabai sudah satu bulan terakhir. Akibat kenaikan yang cukup tinggi, banyak konsumen mengurangi jumlah pembeliannya,” ungkap Salim, Rabu (3/3/2021).

Ia menururkan, hampir semua jenis cabai saat ini memgalami kenaikan harga. Yang paling tinggi kenaikan harganya, lanjut Salim, yaitu cabai rawit merah.

“Sebelumnya, harga cabai rawit merah hanya Rp100 ribu. Sekarang harganya naik menjadi Rp120 ribu perkilogram,” beber Salim.

Kepala unit PD Pasar Cicangkal, Benni Firmansyah membenarkan bahwa kenaikan harga cabai rawit di Pasar Cicangkal memang cukup melambung. Namun untuk harga jenis cabai lainnya, cukup normal.

“Entah kenaikan ini dipicu akibat faktor cuaca atau karena akan menghadapi bulan Ramadhan. Kami belum tahu. Namun untuk harga komoditas lainnya tetap normal,” jelas Benni. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.