Haji (Tak) Ramah Lansia

Dr. David Rizar Nugroho, MSi Pemimpin Redaksi PAKAR/Jemaah Haji Kloter 56 Kabupaten Bogor. IST


Oleh : Dr. David Rizar Nugroho, MSi
Pemimpin Redaksi PAKAR/Jemaah Haji Kloter 56 Kabupaten Bogor

Kementrian Agama mengkampanyekan program Haji Ramah Lansia 2024. Keren sih kampanye nya.

Terus di lapangan sesuai gak ya? Ya kalau mau hasil yang ilmiah kita harus melakukan riset dengan pendekatan kwantitafif melaui kuisoner. Baru dapat disimpulkan. Saya tidak dalam posisi melakukan riset tapi melihat kenyataan yang ada dengan mata kepala sendiri.

Apa yang di kampanyekan jauh panggang daripada api?
Saya berada di tenda Mina sejak Jumat Dihihari jam tanggal 21 Juni 2024 saat tenda masih kosong melompong.


Kita masih bisa “menikmati” toilet” yang sepi tanpa antrian. “Bencana” datang saat semua jemaah masuk ke tenda Mina mulai Sabtu 22 Juni 2024 malam hingga esoknya. Sejak itu lah toilet bekerja 24 jam “melayani jamaah.


Saya di tenda kloter 56 yang jarak dengan toilet dekat sekali posisinya ada di kiri 2 stel satu perempuan satu laki laki. Yg di sebelah kanan juga ada dua stel toilet untuk perempuan dan laki laki.


Semua toilet berpintu dengan posisi jongkok. Ada satu toilet disabilitas duduk, tidak ada keran untuk wudu tidak ada urinour yang biasa dipeke buat pipis laki laki.


Kesempulan saya, toilet ini di bangun asal asalan tidak memperhatikan kapasitas pengguna yang ada di tenda itu dan sama sekali tidak ramah lansia. Kalau ramah lansia semuanya pasti toilet duduk dong atau komposisi 80:20 duduk dan jongkok.

Saya boleh ngomong dong yang medesain toilet ini otaknya jongkok kayak wc jongkok karena gak memikirkan dari aspek pengguna.
Itu yg saya sebut toilet ini tidak ramah lansia.


Saya punya persoalan disabilitas sehingga membatasi ke toilet. Di hari ketiga saya baru ke toilet cuma mau pipis doang. Saya jalan pake tongkat dong menuju toiliet pria sebelah kiri paling ujung karena itu toilet khusus buat penyandang disabilitas.

Apa yang terjadi, separuh toilet pria “dibajak” ibu ibu. Karena toilet yang perempuan full antrian ibu ibu nekat dong masuk ke toilet laki laki dan menguasai nya separuh.


Toilet Disabilitas pun “dijajah” dong. Saya Tanya kenapa ibu masuk toilet disabilitas? Ibu cacat atau gimanaa? Enggak mas Sy udah kebelet BAB dan gak bisa kalau BAB gak toiluet duduk. Saya pub terdiam dan Inget alm ibu saya yanv tahun 2016 Berangkat haji Mungkin dulu mau BAB juga begitu kondisinya.


Saya perhatikan yang membajak toilet pria ini rata rata ibu di atas 50 tahun. Gak ada yang muda sama sekali. Waktu daftar mungkin di usia 40 tahunan dan berangkat sekarang.


Akhirnya hari itu saya pipis di toilet jongkok amanlah. Besok nya Sy datang lagi buat pipis doang kondisinya sama separuh toilet pria di bajak ibu ibu lagi, yg ngantri di toilet disabilitas juga makin banyak kali ini beneran penderita disabilitas yang antri.

Saya menuju ke separuh toilet pria bareng cowok cowok ngantri. Saya masuk baru buka resleting saya milih Softex dong berserakan. Gak jadi saya pipis karena geli saya lihat gak tempat sampah di dalam toilet itu jd botol botol Aqua pun berserakan.

Coba anda cerna: kita lagi ibadah tapi urusan toilet kayak berlaku hukum rimba. Di buat ini wc perempuan ini wc pria ada tujuannya. Lalu ketika perkakas perempuan dibiarkan begitu saja di wc pria ini mau kita anggap biasa-biasa aja. Halo ini bukan konser musik bro yang bisa pipis di botol Aqua? Ini lagi ibadah ritual suci tapi itu tidak tergambar sama sekali dalam pengelolaan toilet? Salah siapa ya saya tunjuk hidung aja Kemenag.


Anda Kemenag punya program Haji Ramah Lansia. P O A C nya Gimana? Kita bisa mulai kan dari toilet? Apakah Anda mengecek kualitas toilet di Arofah Mudafalifh dan Mina? Untuk katakan saru maktab butuh berapa? Model yg ramah lansia kayak apa? Faktanya Anda kasih wc jongkok untuk lansia: very very stupid.


Soal WC ini adalah hal yang mendasar karena menyangkut hajat hidup orang banyak.


Terakhir sebelum menutup sesi tulisan ini Sy menyoroti soal kebersihan. Kalau kita ke mal ada petugas wc dengsn Cheklist,

lantai kering dlll. Di sana boro2 saya gak tau gak pic yg bersihkan toilet. Faktanya Softex bekas ada tuh di toilet pria. Saya mohon ampun kepada MU ya Allah.

Saya yakin urusan toilet ini urusan manusia bukan cobaan dari MU. Manusia yang diberi amanah harus bertanggung jawab memberikan pelayan yang baik kepada Jemaah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.