Hadapi Timnas UEA U-17, Bima Sakti Wanti-wanti Timnya Akan Aksi Kecurangan Lawan

Pemain Timnas Indonesia, Muhammad Nabil Asyura (kiri), berduel dengan salah satu pemain Guam, pada laga Kualifikasi Piala Asia usia-17, yang berlangsung di Stadion Pakansari-Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/10/2022) malam. (PFI Bogor)

BOGOR – Timnas Indonesia usia-17 tahun, akan melakoni laga keduanya melawan Timnas United Emirates Arab (UEA), di Stadion Pakansari-Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/10/2022) malam.

Laga kedua nanti termasuk laga paling bergengsi karena bakal mempengaruhi papan klasemen. UEA untuk sementara memimpin Grup B dengan koleksi 6 poin dari dua laga, atau unggul tiga angka dari Indonesia yang baru melakoni satu pertandingan.

Bahkan pada laga tersebut Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti telah mewanti-wanti kepada para pemainnya, akan aksi provokasi dari para pemain lawan.

Bukan itu saja, Bima Sakti juga meminta kepada Arkhan Kaka Putra dkk. untuk tidak terpancing dengan aksi curang para pemain timnas UEA.

Apalagi sebelumnya Timnas Indonesia pernah bertemu UEA. Jadi laga sebelumnya menjadi pembelajar bagi Bima Sakti akan terjadinya aksi curang pemain UEA.

Meski Timnas Indonesia U-17 meraih hasil positif saat melawan Timnas Guam, di laga perdananya, namun Bima Sakti enggan terlalu jemawa saat bentrok dengan timnas UEA.

Apalagi kata Bima, level Uni Emirat Arab U-17 tentu lebih tinggi daripada Guam U-17. Jadi kata Bima Sakti, hal itu yang harus diwaspadai Timnas Indonesia U-17 dari Uni Emirat Arab U-17.

Selain itu, kata Bima Sakti, pemain Uni Emirat Arab U-17 kerap memprovokasi pemain lawan. Legenda Timnas Indonesia itu pun memperingatkan anak asuhnya agar tidak gampang terpancing emosi.

“Kami pernah main di sana dan kena counter attack cepat. Para pemain UEA selalu memancing (emosi) pemain kita, maka kami tidak boleh terpancing dan fokus pada pertandingan,” kata Bima Sakti menjelaskan, saat konferensi pers seusai laga melawan Guam, Senin (3/10/2022) malam.

Bima Sakti juga mengingatkan para pemainnya haram melakukan pelanggaran di sekitar kotak penalti. Sebab, pelanggaran sekecil apa pun akan menjadi keuntungan bagi tim lawan.

“Saya sampaikan ke pemain kalau lawan pemain Arab jangan bikin pelanggaran di kotak penalti karena akan dimanfaatkan. Kemudian, kami tidak boleh terpancing dan harus tetap fokus ke pertandingan,” tegas Bima Sakti. =ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.