Guru Honorer Cianjur Pertanyakan Hasil Tes Kompetensi PPPK di Bandung

Kantor Disdikpora Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – Test Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan di Bandung, diikuti oleh salah seorang tenaga guru.honorer yang ada lingkungan Dinas Pendididkan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur yang berinisial S (27) yang mengajar disalah satu Sekolah Dasar (SD).


Namun, S mengaku hingga saat ini belum mendapatkan kepastian setelah dirinya mengikuti test pada tanggal 27 November 2023 dengan hasil nilai passing grade mencapai 582. “Memang hingga saat ini saya belum mendapatkan kepastian, dari hasil tes kompetensi PPPK passing gradenya mencapai 582 tersebut,” kata S kepada wartawan, Kamis (278/12/2023).


Menurutnya, tidak sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengikuti tes kompetensi kemarin di Bandung, mulai dari pikiran, tenaga, waktu, hingga materi selama perjalanan. “Kami hanya ingin ada kepastian, apakah nanti di tahun depan ketika ada pembukaan untuk diposisi bidang tenaga pendidik harus kembali mengikuti lagi tes atau otomatis ditempatkan,” terangnya.


S mengaku jika nilai yang telah diraih saat mengikuti tes kompetensi PPPK kemarin, diantaranya nilai kompetensi tekni : 398, kompetensi manajerial dan sosio kultural : 148, dan wawancara : 36 dengan jumlah total nilai yang diraih sebesar 582. “Bahkan, S pernah menjadi guru honorer di SMA dari tahun 2017, 2018 jadi Kepala PAUD, dan tiga tahun terakhir dari tahun 2020 masuk menjadi guru honorer disalah satu SD.” ujarnya.


Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Wawan Sutiawan, membenarkan jika pihaknya hingga saat ini, belum mengetahui persis aturannya seperti apa melainkan hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat (Pempus). “Memang semuanya dikembalikan lagi ke pusat, bagaimana ketentuan bagi mereka (peserta) tes PPPK yang memiliki nilai diambang batas,” ungkapnya.


Namun, kata Wawan jika formasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) kemarin harus ikut kembali seleksi ulang atau di nol kan. Sedangkan untuk formasi tenaga pendidik ini pihaknya masih belum mengetahui persis karena masih menunggu instruksi dari Kementerian Pusat. “Biasanya nanti di awal tahun akan ada pengajuan formasi dan langsung dilakukan pembahasan (Rakor). Apakah nanti akan diberlakukan lagi tes ulang atau di nol kan lagi atau bagaimana, meskipun nilainya diambang batas,” ujarnya.


Dia mengaku hanya bisa memberikan saran agar mereka honorer atau peserta yang dinyatakan lolos tapi belum mendapatkan kepastian untuk bersabar dan menunggu kabar baiknya. “Ditunggu aja dulu, mudah-mudahan ada kabar baik nanti di tahun 2024, karena kami Disdikpora Cianjur hanya bisa mengusulkan sedangkan kebijakan itu ada di pemerintah pusat,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.