Gunakan Japres Tak Diterima SMAN 2 Cianjur, Seorang Siswi Alami Depresi Berat

CIANJUR – Skandal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 2 Cianjur (Smanda) tuai polemik. Pasalnya, sistem penerimaan jalur prestasi ditolak mentah-mentah oleh pihak sekolah. Bahkan, seorang siswa harus mengalami trauma psikologis akibat jadi korban dugaan kecurangan PPDB di SMAN 2 Cianjur atau Smanda.

Bagaimana tidak, salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya itu merupakan atlet O2SN berprestasi. Mewakili Kabupaten Cianjur ke tingkat provinsi dan nasional dan pernah menjuarai. F (40), seorang pelatih salah satu cabang olahraga (Cabor), mengatakan, anak didiknya itu merupakan atlet yang mewakili Kabupaten Cianjur di tingkat Provinsi Jawa Barat.

F mengaku salah satu anak didiknya mengalami trauma psikologis setelah mengetahui hasil PPDB bahwa dirinya tak lolos. Bahkan, anak didiknya itu pun kerap mengurung diri di dalam kamar. “Yang terjadi anak-anak kita ini kan karena merasa sudah meraih prestasi yang baik, disaat hasil PPDB ini gak masuk, kan ada kekecewaan moril anak atau mentalnya ini jadi ngedown,” kata F, Rabu (10/7/2024).

Menurutnya, anak didiknya yang mengalami trauma psikologis merupakan juara O2SN bersama satu anak didik lainya. Mereka mewakili Kabupaten Cianjur ke tingkat provinsi sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3 SMP.

Bahkan, Diapun mempertanyakan, dasar keempat anak didiknya tidak lolos. Padahal sudah berprestasi membawa nama baik Kabupaten Cianjur. “Saya mempertanyakan kok tahun ini seperti ini, kan ukuran prestasinya baik sekali, mewakili provinsi. Itu harusnya jadi prioritas utama. Kita tidak bisa menerima kegagalan yang dibuat sistem di PPDB SMAN 2 Cianjur ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua resmi melaporkan SMA Negeri 2 Cianjur (Smanda) melalui Kuasa Hukum Fans and Partners Law Firm atas dugaan kecurangan PPDB ke Ombudsman RI, Selasa (9/7/2024).

Kuasa Hukum Fans and Partners Law Firm, Fanpan Nugraha membenarkan bahwa pihaknya telah mengadukan SMA Negeri 2 Cianjur ke Ombudsman RI melalui email resminya. “Memang dugaan kecurangan PPDB SMAN 2 Cianjur ini, sudah saya laporkan ke Ombudsman RI dengan tanggal laporan 09 Juli 2024 pukul 11.07 Wib,” kata Fanpan.

Menurutnya, hal ini merupakan tindaklanjut dari pengaduan masyarakat (para orangtua siswa) yang punya keinginan buat masa depannya ingin bersekolah di tempat yang mereka inginkan. Fanpan menuturkan, cara tersebut dilakukan agar Ombudsman RI datang ke Cianjur untuk segera menangani dugaan kecurangan PPDB bersifat subyektif seperti jalur prestasi dan zonasi.

Bahkan, pihaknya siap memberikan bukti dan saksi yang relevan mendukung laporan tersebut. “Kami meminta kepada Ombudsman agar melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses PPDB SMA Negeri 2 Cianjur,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.