Gencar Zero Stunting, Kader Posyandu di Desa Ciburayut Dilatih


CIGOMBONG- Program Pencegahan dan Penaggulangan Stunting skala Desa sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 7 tahun 2023 Tentang Rincian Prioritas Pengunaan Dana Desa tahun 2024 dan PMK 146 Tentang Pengalokasian Dana Desa( DD ) disetiap Pemerintah Desa.


Oleh sebab itu Pemerintah desa Ciburayut, melaksanakan kegiatan Pencegahan dan penanggulangan Stunting sekala desa dengan mengadakan Pelatihan dan sosialisasi Keluarga Berencana(KB). “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan secara umum tentang program Pencegahan stunting melalui upaya – upaya  kesadaran Masyarakat tentang deteksi dini pencegahan stunting kepada masyarakat melalui Kader Posyandu,” ujar Warisman Rifa’i Sekretaris Desa Ciburayut kepada Pakar.


Melaui Pembinaan kader Posyandu Lanjut dia,  dalam pelaksanaan kegiatan Pelatihan dan penyuluhan Keluarga Berencana secara resmi di buka Oleh kepala Desa Ciburayut Dulloh, yang di Hadiri oleh Sekcam Cigombong Yedi Rachmawan. “Kegiatan yang dilaksanakan selama dua Hari yang berlokasi di Villa D’Qinta Kampung Selaawi ini, saya berpesan kepada peserta bahwa kegiatan ini di danai oleh anggaran Dana desa Program Penaggulangan stunting tahun 2024 untuk itu saya meminta  kepada seluruh Peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik baiknya dari awal sampai akhir,” ujarnya.


Hal ini supaya seluruh Materi dapat di pahami dan bisa mensosialisasikan Kembali kepada Masyarakat, melalui kegiatan Posyandu di wilayah masing-masing. “Setelah selesai mendapat ilmu mengenai pencegahan Stunting ini, nantinya kader Posyandu dapat mensosialisasikan kembali ilmunya kepada masyarakat,” bebernya.


Dalam kegiatan tersebut tambah dia, di isi oleh 5 Narasumber dengan materi masing-masing diantaranya, peran Pemerintah dalam Upaya Penanganan stunting di Tingkat Desa yang di bawakan oleh Kasie Pendkes, asupan gizi dan nutrisi bidan Puskesmas, pencegahan pernikahan anak , pola asuh anak, dan pentingnya mengatur jarak kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi  oleh PLKB.


“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, hal ini perlu keseriusan dari semua unsur baik Pemerintah Desa, Lembaga di desa dan Masyarakat harus sama-ma berkomitmen untuk mencegah stunting agar seluruh Anak tidak terkena stunting,” pungkasnya. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.