Gencar Tes Urine, 3 Orang Napi di Lapas Cianjur Positif Benzo

Para Napi di Lapas Cianjur saat akan mengikuti tes urine. Endi | Pakar

CIANJUR – Sebanyak 35 tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur menjalani tes urin, tiga diantaranya positif benzo atau obat-obatan pada saat petugas gabungan melakukan penggeledahan pada 38 kamar sel, Jumat (5/4/2024) malam.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas kelas II B Cianjur, Muarif mengungkapkan jika tiga tahanan yang positif benzo diduga telah mengkonsumsi obat generik dari Klinik Lapas Cianjur.

“Saat penggeledahan kita lakukan tes pada 35 tahanan, dua diantaranya tahanan perempuan. Hasilnya, 32 tahanan negatif narkoba dan tiga lainnya positif benzo diduga dari obat flu yang didapat dari klinik,”Kata Muarif usai penggeledahan.

Menurutnya, aksi penggeledahan melibatkan Kodim 0608/Cianjur, Polres Cianjur, juga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur dengan total personil mencapai 75 pasukan.

Berdasarkan pantauan dilokasi saat penggeledahan para petugas nampak mengeluarkan satu persatu tahanan dari sel dan memeriksa fisik untuk memastikan tidak ada yang berada dalam pengaruh narkoba, mapun obat-obatan.

Setelah memeriksa fisik, pemeriksaan pun dilanjutkan dengan membongkar barang milik tahanan yang ada dalam sel, baik secara manual maupun menggunakan metal detector.

Setiap sudut tak luput dalam sweeping tersebut, termasuk bagian dalam dari toilet yang ada di pojok kamar.

Sementara hasil dari penggeledahan yang dilakukan petugas gabungan, terkumpul sejumlah senjata tajam (sajam) seperti gunting, pisau cutter dan pisau dapur, juga benda-benda yang berpotensi menjadi sajam seperti sendok besi, pisau cukur, gunting kuku, obeng, mata gerinda, juga sikat gigi.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengamankan sebuah power-bank, puluhan korek api, benda pecah belah seperti kaca dan piring, gelas, juga aksesoris yang terbuat dari besi seperti kalung. Tim gabungan bahkan menyita beberapa bungkus kartu gaple, kompor portable, segulung tali tambang, juga belasan botol parfum.

“Bagi yang dinyatakan memiliki sajam, akan kita buatkan berita acara pemeriksaan (BAP) juga akan disanksi sesuai kadarnya. Jika ada pelanggaran ringan akan diberikan peringatan, tingkat pelanggaran sedang diberikan sanksi disiplin, dan tingkat pelanggaran berat sanksinya tidak akan diberi remisi selama setahun kedepan,” ujarnya.

Muarif menjelaskan, barang-barang terlarang tersebut diduga bisa masuk dalam area kamar sel tahanan diduga saat menerima penitipan kunjungan dari keluarganya dan juga saat kegiatan asimilasi yang dilaksanakan di luar area lapas.

“Dengan banyaknya barang terlarang ini, akan menjadi evaluasi kita untuk lakukan penggeledahan lebih ketat lagi pada tahanan-tahanan lapas,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan penggeledahan itu dilaksanakan dalam rangka peringatan hari Bakti Pemasyarakatan ke 60 Tahun. “Inspeksi mendadak ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia sesuai dengan amanat Direktorat Jendral Pemsyarakatan,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.