Gawat, 1.210 Kasus Positif Terjadi Selama PPKM

Bupati Ade Yasin saat meninjau ruang isolasi di Megamendung, Senin (25/1/2021). Prayoga | Pakar

CIBINONG – Dua pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor mencapai 1.210 kasus.

Data tersebut terhitung mulai dari 12 Januari hingga akhir masa PPKM, 25 Januari 2021 siang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, jumlah tersebut rata-rata merupakan hasil dari tambahan kasus harian, dimana penambahannya mencapai 80 hingga 95 kasus per hari. Bahkan sempat kasus tersebut menyentuh 98 per hari.

Kondisi itu justru berbanding terbalik sebelum PPKM diberlakukan, dengan range kasus per hari berkisar 40 hingga 60 kasus.

Meski demikian, tingginya angka kasus positif Covid-19 pada masa PPKM tersebut juga dibarengi dengan tingkat kesembuhan pasien.

Jika dihitung secara keseluruhan sejak awal Pandemi Covid-19, jumlah pasien sembuh mencapai 1.537 kasus. Lebih tinggi 327 kasus, dibanding kasus positif covid-19 di Kabupaten Bogor pada masa PPKM.

Sementara jumlah pasien meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 totalnya sebanyak 79 kasus dimana 12 orang di antaranya terjadi masa PPKM. Dengan rincian, empat pasien positif Covid-19 dan delapan pasien probable Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, jumlah keseluruhan kasus pasien Covid-19 sejak Pandemi terjadi, itu sebanyak 7.279 kasus.

“Rinciannya, 6.536 pasien covid-19 dinyatakan sembuh, 79 pasien meninggal dunia, 6 pasien pindah alamat ke luar Bogor, 676 pasien masih dalam penanganan tim medis,” ungkap Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1/2021).

Untuk kasus probable, dia menyebut, ada sekitar 413 kasus. Dengan rincian 137 selesai penanganan, 271 kasus meninggal dunia, sementara 5 kasus lainnya masih dalam pemantauan.

“Kalau untuk kasus suspek jumlahnya ada 7.000 kasus, dengan 6.708 sudah selesai sementara 292 sisanya masih dalam pemantauan,” sebut Ade Yasin.

Akibat tingginya kasus tersebut, dia meminta masyarakat Kabupaten Bogor untuk memperketat, dan menjalani protokol kesehatan.

“Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Interaksi),” tandas Ade Yasin. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.