Gandeng Polisi, Perumda Tirta Kahuripan Minimalisir Pencurian Meter Air di Bogor Barat

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan kepolisian, meminimalisir terjadinya pencurian meter air. (Dok.Perumda)

CIBINONG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, memperketat pengawasan, meminimalisir aksi pencurian meter milik pelanggan, khususnya di wilayah Bogor Barat.

Bekerja sama dengan pihak kepolisian, langkah Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor itu dilakukan di sejumlah wilayah barat. Seperti di Kecamatan Ciampea, Cibungbulang dan Kecamatan Leuwiliang.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten, Abdul Somad mengatakan, pencurian meter air tidak hanya merugikan pelanggan namun juga pihaknya.

“Karena tanpa meter air, air menjadi terbuang begitu saja. Dan juga tanpa meter air, itu membuat tekanan air di wilayah tersebut menurun. Sehingga
kerugiannya tidak hanya pada pelanggan tapi juga pada kami,” jelas Abdul Somad dalam keterangannya, Jumat (16/2/2024).

Abdul Somad menyampaikan, aksi pencurian meter air di wilayah Bogor Barat tersebut cukup sering terjadi. Tercatat pada setahun terakhir ada 91 kejadian pencurian.

Karena hal itu, Abdul Somad menilai pengawasan ketat perlu dilakukan termasuk juga oleh pemilik rumah untuk lebih berhati-hati dalam pemasangan meter air.

“Kami imbau pemilik rumah harus juga memperhatikan pemasangan meter air, cari posisi yang aman namun tetap mudah dibaca oleh petugas pembaca meter hingga menggunakan kerangkeng besi tambahan, karena yang diincar oleh pencuri dari meter air adalah aksesoris yang terbuat dari logam kuningan,” jelasnya.

“Dan perlu diketahui oleh masyarakat dan pelanggan bahwa petugas pembaca meter selalu membawa kartu identitas pegawai dan tidak pernah melakukan pembacaan di malam hari. Dan bagi pelanggan yang posisi meter airnya berada di luar pagar rumah dapat melaporkan ke cabang pelayanan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” imbuh Abdul Somad.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Bogor, AKP Yogi Nugraha mengatakan, bahwa laporan pencurian meter air tersebut telah sampai kepada pihaknya. Karenanya, kasus itu akan diantisipasi agar tidak terjadi lagi ke depannya.

“Atas kejadian tersebut Polres melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan akan lebih intensif melakukan patroli ke wilayah rawan pencurian sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kelurahan hingga RT / RW dan khususnya kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungannya dengan melakukan giat siskamling,” tegasnya.

Yogi menyampaikan bahwa tindakan pencurian dengan pengrusakan seperti kasus tersebut dapat dikenakan sanksi Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Kami harap masyarakat yang mengalami pencurian meter air dapat segera menghubungi 110 untuk mendapatkan respon cepat dari kepolisian,” tandasnya. =KM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.