Gak Digaji Berbulan-bulan, Buruh PT Sukabumi Mandiri Lapor ke Disnaker

Ilustrasi buruh. IST

CIBINONG – Ratusan buruh dari PT Sukabumi Mandiri, melaporkan perusahaannya ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Kamis (9/12).

Mereka menuntut keadilan untuk mendapatkan haknya. Sebab, selama berbulan-bulan bekerja, ratusan buruh tersebut tidak mendapatkan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja.

Salah satu tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Sembilan Bintang Agus Wahyu Purnomo mengatakan, jika kliennya ini merasa ditipu oleh perusahaanya tersebut.

Sebab PT Sukabumi Mandiri tidak menunaikan kewajibannya selama berbulan-bulan untuk membayar gaji ratusan karyawannya, sehingga ratusan karyawan tersebut meminta pendampingan hukum kepada pihaknya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Berbagai upaya kita sudah lakukan, mulai dari melakukan somasi kepada perusahaan tersebut. Bahkan kita pun sempat bertemu dengan komisaris dan direktur dari PT Sukabumi Mandiri ini namun tidak ada solusi yang diberikan oleh perusahaan itu,” jelas Agus kepada wartawan.

Tidak hanya itu, para buruh saat awal-awal bekerja tidak mendapatkan gaji sesuai Upah Minimun Kabupaten (UMK) Bogor yakni Rp4,1 juta. Mereka dibayar hanya Rp1,8 juta dengan pembayaran yang dilakukan secara berkala, hingga pada saat ini para buruh pun tidak dibayar.

“Mereka dibayar dengan cara dicicil beberapa kali mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Dan beberapa bulan terakhir mereka pun tidak dibayar,” papar Agus.

Agus mengaku sudah menemui komisaris di PT Sukabumi Mandiri tersebut beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Agus menyebut pemilik perusahaan berdalih jika mereka (pemilik-red) tidak mengetahui persoalan yang terjadi dengan para buruh.

“Pengakuan dari komisaris itu bahwa perusahaanya dipakai oleh orang lain yakni teman dari direkturnya untuk memproduksi garmen. Tapi kan tidak mungkin begitu saja dipakai, pasti kesepakatan antara kedua pengusaha tersebut. Sehingga ketika ada persoalan seperti ini yang kita kejar adalah pemilik perusahaannya dimana tempat para buruh itu bekerja,” paparnya.

Usai serangkaian peristiwa tersebut para buruh didampingi Kantor Hukum Sembilan Bintang akhirnya melaporkan nasibnya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor.

“Kita sudah dimediasi oleh dinas tetapi pihak perusahaan tidak datang, dan kita dianjurkan untuk melapor ke Disnaker Provinsi Jawa Barat, sebab untuk pabriknya ketetapan hukum perusahaan ini ada di Sukabumi dan kita akan tempuh itu semua,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu buruh dari PT Sukabumi Mandiri Dedeh mengaku kerap dijanjikan oleh pihak perusahaan yang mengaku akan membayarkan gaji para buruh. Namun setelah ditunggu-tunggu tidak ada itikad baik dari perusahaannya untuk menunaikan kewajibannya tersebut.

“Kita kerja dari pagi kadang sampai malam untuk mengejar targetnya, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa. Gaji pun dibayarnya dicicil beberapa kali dan itu hanya Rp1,8 juta saja,” ungkap Dedeh. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.