FPI, PA 212 dan GNPF Ulama Minta Presiden Jokowi Mundur

Acara konferensi pers Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) Aksi Bela Rakyat (Akbar) di Jakarta. IST

JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Yusuf Martak, menegaskan bahwa tiga Organisasi Massa (Ormas) Islam, yaitu Front Persaudaraan Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan GNPF-Ulama menolak kenaikan harga BBM.

Yusuf Martak menjelaskan bahwa FPI, PA 212, GNPF-Ulama, dan berbagai ormas sepaham bahwa kenaikan harga BBM adalah pengkhianatan terhadap mandat konstitusi.

“Presiden wajib bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya,” ujar Yusuf Martak dalam konferensi pers Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) Aksi Bela Rakyat (Akbar) di Aula Masjid Baiturrahman, Jalan DR Saharjo Nomor 100, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat  (9/8/2022) sore.

Dalam konferensi pers ini, Yusuf membacakan pernyataan GNPR terkait kenaikan harga BBM yang sudah terjadi pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Dalam acara ini, juga diurai bahwa unjuk rasa yang direncanakan akan dilakukan pada Senin (12/9/2022) mendatang di Istana Negara. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.