Forum Kampung Ramah Lingkungan Gelar ‘Training of Trainer’ di Lemon Hill Paseban

Salah seorang peserta Training of Trainer dari Forum Kampung Ramah Lingkungan saat menunjukan jeruk lemon california, di Lemon Hill Paseban, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, akhir pekan kemarin. IST

MEGAMENDUNG – Anda memiliki pohon jeruk lemon dengan kualitas unggul di rumah, atau di kebun? Jangan sampai anda tidak memperbanyak pohon jeruk tersebut, karena kualitas unggul tentu akan membawa banyak keuntungan.

Cara terbaik untuk mempertahankan kualitas unggul dari pohon jeruk anda pada bibit yang dihasilkan adalah dengan metode vegetatif. Salah satu cara memperbanyak bibit jeruk dengan persentase kesuksesan tinggi adalah melalui teknik sambung sisip.

Hal tersebut dikemukakan petani jeruk lemon, Atis Tardiana saat mengisi acara training of trainer (TOT) Forum Kampung Ramah Lingkungan, di Lemon Hill Paseban, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, akhir pekan kemarin.

Pada acara tersebut, Atis Tardiana menjelaskan mengenai cara menanam pohon yang baik, cara merawat, hingga cara memetik lemon yang benar. “Ada 16 orang yang ikut acara ini. TOT ini lebih ke jumlah banyak jeruk lemon dengan cara tempel dan sambung,” jelas Atis Tardiana, Kamis (25/2/2021).

Atis menjelaskan juga dalam pembuatan bibit jeruk lemon melalui tempel, dan sambung, ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan.

Bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah. “Hasilnya sangat fantastis, buah bisa lebih besar, dan pohonnya lebat,” paparnya.

Lemon Hill Paseban sendiri adalah kebun yang sangat luas, dan kini tumbuh ratusan pohon lemon. Pengunjung bisa memetik langsung jeruk lemon jenis california, dan disuguhi pemandangan yang begitu ciamik.

Atis juga kini sedang mengembangkan jeruk dekopon di wilayah Kemang. Dekopon adalah jeruk khas Jepang yang terkenal manis asam, serta renyah tanpa biji. =AIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.