Forkopimcam Haurwangi Tinjau PAUD yang Ambruk, ini Hasilnya

CIANJUR—Setelah ditinjau oleh Disdikbud Cianjur, Pendidikan Usia Dini (Paud) Melati 5 yang ambruk di Kampung Kajarkajar RT 01/05, Desa Kertasari, kembali dikunjungi jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Haurwangi, Kamis (18/3/2021). Kedatangan Forkopincam Haurwangi disambut, guru-guru dan kepala sekolah Paud Melati 5.


Camat Haurwangi Iwan Karyadi mengatakan kedatangannya ke sekolah Paud Melati 5 tersebut, guna memastikan ambruknya bangunan Paud Melati 5 itu, kondisinya seperti apa. Pasalnya, berdasarkan informasinya pembangunan sekolah Paud Melati 5 itu, tidak sesuai standar bangunan. “Apakah benar-benar kontruksi bangunan tersebut, tidak sesuai dengan rencana anggaran bangunan (RAB) dan gambar atau tidak. Karena berdasarkan laporan ambruknya bangunan tersebut, secara tiba-tiba tidak ada angin ataupun hujan.”kata Iwan kepada wartawan usai mengujungi sekolah Paud Melati 5, Kamis (18/3/2021).


Sesuai dengan pengamatan Kepala Bidang (Kabid) Paud Non Pormal, Informal dan Kebudayaan (Paudnike) Disdikbud Kabupaten Cianjur, Muksin Said, kata Iwan, pihaknya menduga ambruknya bangunan Paud Melati 5 di Kampung Kajarkajar, Desa Kertasari ini. Akibat pemasangan besinya menggunakan ukuran kecil, sehingga temboknya tidak kuat menahan beban atap bangunannya yang terlalu berat.

“Mungkin memang benar apa yang disampaikan pak Kabid Paudnike Disdikbud Cianjur. Namun kami, tidak akan berbicara soal teknis, tapi lebih berupaya agar bagaimana cara mencari solusi baik dari donator atau investor yang mau membantu. Agar anak-anak bisa kembali belajar-mengajar seperti biasanya,”btegas Iwan.


Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Paud Non Pormal, Informal dan Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Cianjur, Muksin Said mengaku saat dikunjungi kondisi bangunan Paud Melati 5 tersebut, telah ambruk. “Kami menduga ambruknya bangunan gedung Paud Melati 5 tersebut, akibat tidak mampu menahan beban atap yang terlalu berat. Memang jika dilihat dari pemasangan tembok dan besinya itu, terlalu kecil. Mungkin saja, tidak sesuai dengan standar perencanaan gambar dan bangunan,” kata Muksin.


Muksin mengaku pihaknya juga tidak mengetahui persis asal-muasalnya ambruk bangunan Paud Melati 5 ini. Namun, berdasarkan keterangan dari pihak sekolah Paud Melati 5, berdirinya bangunan ini dibiayayi oleh dana bantuan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Desa Kertasari pada tahun 2014 lalu.


“Beruntung saat robohnya banguan Paud Melati 5 ini, tidak sedang dalam kondisi belajar-mengajar. Karena memang sedang dilaksanakan Work From Home (WFH), sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya bangunan Paud Melati 5 tersebut. Hingga saat inipun, masih dilakukan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan,” pungkasnya.SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.