FMB Diminta Lahirkan Generasi Kritis

PAMIJAHAN- Pelantikan kepengurusan Forum Mahasiswa Bogor (FMB) yang berlokasi di gedung Institut Agama Islam Sahid (INAIS), berharap agar bisa melahirkan generasi yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Menurut Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi mengatakan, sepakat seluruh Indonesia ini dan khususnya Kabupaten Bogor gagap menghadapi .usibah non alam yakni pandemi covid-19.

“Tidak dirancang, tidak diantisipasi, sehingga regulasinya tidak ada hingga semuanya gagap, sehingga kemudian pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena memang faktanya tidak bisa. Namun memang pemerintah tidak kapabel menangani hal ini,” ujarnya.

Lanjutnya, kurangnya keterbukaan terkait anggaran pemerintah kabupaten (Pemkab) yang di nilai belum transparan. “Seharunya transparansi laporan progres yang setiap bulan dan tidak ada akun transparansi mengenai anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, upaya dorongan sudah dilakukan, namun memang butuh dorongan bukan hanya satu instansi saja, butuh modal dari Forum Mahasiswa Bogor ini untuk bersikap kritis. “Sejauh ini FMB harus melakukan konsolidasi kampus untuk mencari sosok model mahasiswa yang bisa mendorong, FMB ini terbagi beberapa kampus yang satu kesatuan untuk merancang sesuatu kontruksi yang kritis terhadap pemerintahan,” tegasnya.

Namun, sejauh ini, dirinya tidak melihat adanya sosok model yang menjol dari FMB ini, sehingga diharapkan kedepannya bisa melihat figur yang tidak hanya kritis tapi kritisnya berbasis liberatif. “Saya sangat optimis sama kawan-kawan FMB kalo sudah di buat konsilidasi ini sudah selesai maka akan mempunyai semangat baru,” harapannya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.