Fasilitas Olahraga Ditutup, Kondisi Fisik Atlet Bola Tangan Menurun

Atlet bola tangan Kabupaten Bogor, tengah mendengarkan pengarahan dari tim pelatih, di salah satu GOR di Kecamatan Tajurhalang, beberapa waktu lalu. IST

CIBINONG – Belum optimalnya program latihan, dikarenakan diberlakukannya PPKM di Kabupaten Bogor, membuat jajaran Pengurus Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kabupaten Bogor, melalui tim pelatih, harus lebih ekstra dalam memberikan pola latihan kepada para atlet yang tergabung dalam Tim Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) Bola Tangan ‘Bumi Tegar Beriman’ untuk Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2021.

Apalagi selama satu bulan ke belakang sejak diberlakukannya PPKM, para atlet harus berlatih secara mandiri, sehingga kondisi para atlet, sudah pasti mengalami sedikit penurunan performa. Namun tidak terlalu signifikan, karena atlet tetap berlatih, meski secara mandiri. Hal itu ditegaskan Sekretaris Umum Pengcab ABTI Kabupaten Bogor, Agus, Senin (9/8/2021).

“Kalau performa sudah pasti mengalami penurunan, tapi tidak begitu signifikan, karena minimnya aktivitas berlatih tatap muka, sehingga performa menurun. Tapi kalau fisik atlet stabil, sebab tim pelatih selalu intens memberikan program latihan untuk dijalankan masing-masing atlet secara mandiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika Ketua Umum ABTI Kabupaten Bogor, Irman Nurcahyan, selalu berkomunukasi dengan tim pelatih guna memastikan kondisi atlet, serta program latihan yang wajib diberikan pelatih, selama diberlakukannya PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor, sejak satu bulan kebelakang ini.

“Beliau terus mengintruksikan kepada jajaran pengurus dan pelatih tim bola tangan putra dan putri ‘Bumi Tegar Beriman’ untuk selalu intens memberikan program latihan kepada tim bola tangan Kabupaten Bogor. Agar tidak mengalami penurunan yang sangat signifikan dari performa, ataupun kondisi fisik atlet,” tegasnya.

Kendati program latihan yang dijalan atlet secara mandiri, tapi sambung Agus, para atlet tetap semangat, bahkan tidak kendur dalam menjalan program. Karena ini semua bagian dari persiapan tim dalam meraih tiket lolos ke Porprov 2022, di ajang BK Porprov 2021, dan tentunya menyiasati pola latihan sejak diberlakukannya PPKM Level 4.

“Kami wajib memperhatikan kesiapan dari masing-masing atlet. Maka dari itu, tim pelatih selalu intens memantau perkembangan atlet melalui vidio yang dikirimkan atlet, atau sebaliknya melalui zoom. Karena kita ingin, para atlet benar-benar mengikuti pola latihan dari pelarih, sehingga pada saat nanti berlatih tatap muka kembali diperbolehkan, kondisi atlet sudah siap. Jadi tinggal pelatih mengejar ketertinggalan atlet, dalam hal ini latihan teknik,” paparnya.

Agus berharap, dengan berakhirnya masa PPKM Level 4, kegiatan untuk olahraga, khususnya terhadap atlet Bola Tangan Kabupaten Bogor, yang tengah melakukan persiapan menuju BK Porprov XIV Jawa Barat 2021, aktivitas berlatih tatap muka di GOR Laga Tangkas Pakansari, Cibinong, bisa kembali digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat selama menjalankan program latihan. Baik itu didalam lapangan, ataupun diluar lapangan.

“Mudah-mudahan, setelah PPKM Level 4 ini berakhir, ada sedikit kelonggaran untuk cabor-cabor yang tengah mempersiapkan atletnya tampil pada BK Porprov 2021, kembali diperbolehkan menggunakan fasilitas olahraga milik pemerintah, sebagai tempat berlatih atlet, seperti sebelum diberlakukannya PPKM di Kabupaten Bogor. Karena ini semua tidak terlepas, bagian dari persiapan tim yang matang, sebelum bertanding di ajang BK Porprov 2021,” pungkasnya. =ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.