Fantastis, Dana Hibah Pilkada di Kabupaten Bogor Capai Rp 160 Miliar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanpol) menyuntikan dana hibah sebesar Rp 160 miliar dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk persiapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kabupaten Bogor, H. Supendi bahwa dana hibah Rp 160 miliar tersebut diperuntukan kepada KPU Kabupaten Bogor dan Bawaslu Kabupaten Bogor dalam persiapan Pilkada. “Kita sudah memberikan dana hibah Rp 131 miliar untuk KPU dan Rp 29 miliar untuk Bawaslu. Jadi totalnya itu ada 160 miliar dana hibah yang bersumber dari APBD untuk persiapan Pilkada 2024,” katanya kepada Pakar, pada Selasa 11 Juni 2024.

Ia mengaku bahwa KPU telah menerima dana hibah secara menyeluruh sebesar Rp 131 miliar, sedangkan Bawaslu telah mengambil Rp 10 miliar sejak bulan Desember 2023 lalu dari total Rp 29 miliar. “KPU sudah semua, Bawaslu baru ngambil Rp 10 miliar dibulan Desember 2023 lalu. Dan minggu infonya Bawaslu akan mengambil semua anggaran tersisa sebesar Rp 19 miliar dari Rp 29 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Bogor, Adi Kurnia bahwa pihaknya telah menerima dana hibah Pilkada sebesar Rp 131 miliar dari Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kita sudah menerima dana hibah dari Pemda semua sebesar 131 miliar. Dan peruntukannya itu 60 persen belanja honor dan sisanya pengadaan serta untuk operasional,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya telah menggunakan dana hibah, namun dirinya belum tau berapa angka dana yang digunakan oleh KPU Kabupaten Bogor dalam persiapan Pilkada 2024. “Betul sudah digunakan beberapa dana hibah itu dan penggunaannya untuk melakukan Launching, sayembara serta operasional,” akunya.

Senada dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dana hibah tahap pertama senilai Rp 10 miliar dari Pemerintah Kabupaten Bogor. “Betul dana hibah Pilkada sudah kita ambil Rp 10 miliar tahap pertama dari APBD yang totalnya Rp 29 miliar. Dan dana hibah ini peruntukannya gaji, penyewaan kantor kecamatan, gelar kegiatan dan Bimtek,” terangnya.

Ia juga mengaku bahwa dana hibah tahap pertama sebesar Rp 10 miliar itu masih utuh belum digunakan. “Dana hibah tahap pertama senilai Rp 10 miliar itu masih utuh dan barusan juga kita Ditelpon oleh Pemda untuk segera mengambil dana hibah sisanya,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.