Enam Mafia Tanah di Babakan Madang Ditangkap, Polisi Duga Ada Keterlibatan Pihak Lain

Polisi amankan enam pelaku pemalsuan sertifikat tanah aset milik Kementerian Keuangan di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Kepolisian Resor (Polres) Bogor, mengamankan enam pelaku pemalsuan sertifikat tanah aset milik Kementerian Keuangan seluas 2.000 meter persegi di wilayah Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanudin menjelaskan, modus keenam pelaku berinisial AS, D, R, IS, MS, dan juga A itu bermoduskan dengan membuat seolah-olah surat tanah yang diterbitkan itu oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan RI, untuk menarik dan meyakinkan para calon pembelinya.

“Setelah mereka menerbitkan surat palsu yang seolah-olah diterbitkan DJKN, mereka gunakan untuk buka blokir di BPN Kabupaten Bogor. Ternyata koordinasi dari BPN Kabupaten Bogor, ke DJKN itu dinyatakan palsu,” kata Iman di Mako Polres Bogor, Kamis (13/1).

Selain memalsukan surat dari DJKN, para pelaku juga memalsukan sertifikat tanah yang diterbitkan secara mandiri.

Dari kejadian tersebut, kerugian yang diakibatkan oleh para pelaku
mencapai Rp15 miliar, dengan Rp10 miliar kerugian yang dialami para pembeli, dan Rp5 miliar kerugian yang dialami Kementerian Keuangan.

“Terhadap keenam orang tersangka, kami kenakan pasal 263 ayat satu dan ayat dua KUHP dengan ancaman pidananya enam tahun penjara,” tegasnya.

Iman menduga masih ada keterlibatan pihak lain dalam perkara ini. Dia mengaku pihaknya masih terus melakukan pengembangan.

“Insyaallah akan terus kita kembangkan ke sumber yang menerbitkan atau menghasilkan dari bahan-bahan palsu ini. Mudah mudahan kita terus bekerja sehingga permasalahan pertanahan bisa terselesaikan,” kata Iman. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.