Emil Pastikan Bantu Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Bogor Hingga 70 Persen

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat berkunjung ke Kabupaten Bogor, kemarin. (Diskominfo)

CIBINONG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan jika pemerintah provinsi ikut mendorong percepatan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor.

Dia mengaku memahami kondisi di wilayah Kabupaten Bogor yang capaian vaksinasi nya masih di bawah 40 persen.

Dengan penduduk mencapai 5,8 juta jiwa, Emil begitu pria ini disapa, menegaskan jika sudah merupakan kewajiban Pemprov Jabar untuk mendorong agar Kabupaten Bogor juga bisa beradaptasi pada penerapan PPKM Level 2.

“Jumlah masyarakat di Kabupaten Bogor setara dengan Provinsi Sumatra Barat, jika Sumatera Barat dipimpin 1 Gubernur dan 19 Bupati dan Wali Kota, sementara di Kabupaten Bogor, hanya dipimpin satu orang Bupati. Ini yang menjadi prioritas kami untuk terus mendorong percepatan vaksinasi,” jelas Emil saat mengunjungi Kabupaten Bogor, kemarin.

Dengan kondisi seperti itu, Emil pun membela Bupati Ade Yasin atas klaim pemerintah pusat soal lambatnya proses Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi penyebab wilayah ini dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek.

“Menurut saya, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah sesuai, InsyaAllah hingga akhir Bulan Desember akan mencapai target yang telah diberikan yakni 70 persen,” tegas Emil.

“Untuk percepatan itu, Pemprov Jawa Barat tidak hanya membantu pengadaan vaksin Covd-19, tetapi juga banyak sekali termasuk tenaga kesehatan (tenaga vaksinator),” ungkapnya menekankan.

Diketahui, bantuan tenaga vaksinator untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Bogor juga datang dari jajaran TNI. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi wilayah pelosok yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, personel khusus ini dikerahkan sebagaimana perintah dari Presiden Jokowi untuk mempercepat vaksinasi di Kabupaten Bogor yang memiliki target hingga 70 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 4,2 juta orang.

“Untuk dari Korem ada 5 sampai tujuh tim yang diterjunkan, lalu ada 110 personel nakes dari TNI AL, ditambah 88 tenaga dari mahasiswa Mahawarman Bandung. Kita sebar ke semua kecamatan, desa yang ada di Kabupaten Bogor. Terutama di wilayah pelosok,” jelasnya.

Achmad Fauzi mengungkapkan, wilayah pelosok menjadi salah satu pekerjaan rumah bersama dalam percepatan vaksinasi ini. Di wilayah-wilayah itu, dia mengaku menemukan masyarakat yang masih harus berjalan kaki menuju lokasi vaksinasi, bahkan beberapa di antaranya tidak menggunakan alas kaki.

“Ini kondisi masyarakat kita. Masih ada yang jalan kaki, ada yang tidak pakai sandal. Dan ini yang harus kita jemput untuk vaksinasi. Mereka bukan tidak mau, tapi karena kondisi yang sulit sehingga minim yang mengikuti vaksinas,” tandas Achmad Fauzi. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.