Dukung Penuh, Ketua DPRD Ingin Satgas Gakkum di Jalur Tambang Diimplementasikan dengan Baik

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto. (Dok.DPRD)

CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto merespon positif langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam pembentukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), di Jalur Tambang, Kecamatan Parungpanjang.

Rudy meyakini Satgas Gakkum menjadi salah sayu solusi untuk penegakan hukuman atau peraturan bagi sopir-sopir truk yang melanggar jam operasional.

“Ini sebuah langkah bagus untuk polemik yang ada di Parungpanjang. Saya berharap langkah tersebut menjadi solusi bersama untuk warga, pengusaha, dan pemerintah,” kata Rudy dalam keterangannya.

Namun, Rudy menuntut komitmen Pemkab Bogor setelah Satgas Gakkum tersebut dibentuk. Dia ingin apa yang telah dilakukan itu diimplementasikan dengan baik.

“Apabila Satgas sudah dibentuk, maka pelaksanaannya perlu diperhatikan. Agar aturan yang berlaku bisa benar-benar ditegakkan,” tegasnya.

Menurut Rudy, pembentukan satgas Gakkum merupakan solusi namun hal tersebut baru akan terealisasikan dengan baik apabila pemerintah saling bersinergi.

“Penerapan penegakan hukum terhadap para pengendara truk angkutan tambang yang melanggar aturan perlu dilakukan secara sinergi antara pemerintah pusat.
Tolong bersama-sama aturan yang sudah berlaku, agar diterapkan sebagaimana mestinya. Jangan ada lagi truk nakal yang melaju di luar jam operasional,” pungkas Rudy.

Sebelumnya diketahui, Pemkab Bogor bersama Kementerian
Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) sepakat membentuk Satgas Gakkum terpadu untuk menindak sopir truk tambang nakal di wilayah Parungpanjang.

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, pembentukan Satgas Gakkum tersebut telah dibahas dalam pertemuan dirinya bersama Menkopolhukam, Hadi Tjahjanto di Jakarta, Selasa (16/4/2024).

Menurut Asmawa, Satgas Gakkum tersebut juga melibatkan para pejabat pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.

“Karena penanganan permasalahan jalur tambang juga truk angkutan tambang ini melibatkan beberapa wilayah tidak hanya Kabupaten Bogor saja,” ujar Asmawa. =KM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.