Dua Warga Bogor jadi Korban Lion Air JT 610 Jatuh

0
27

CIBINONG – Dua warga Bogor menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. Yakni Arif Yustian (20) warga Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede dan Darwin Harianto (51) warga Perumahan Villa Mutiara Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.

Arif Yustian atau yang lebih dikenal Iyus, diketahui awalnya tidak pergi ke Tanjung Pinang, Bangka Belitung.

Namun karena ada mandat dari perusahaan tenpatnya bekerja yakni PT Sky Pasific Indonesia, akhirnya ia berangkat menggantikan Krisma Wijaya yang memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Sementara, ayah korban, Sariyoso mengaku tak menyangka anak sulungnya tersebut pergi secepat itu. Ia mengaku tak merasakan tanda atau firasat dari korban.

“Awalnya sebelum pergi ke Tanjung Pinang, Iyus mau pulang dulu ke rumah, karena dia ngekost di Ciheleut, Kota Bogor. Namun karena hujan, dia tidak sempat pulang dan langsung berangkat dari Kota Bogor,” kata Sariyoso.

Hingga kini keluarga masih menunggu kabar kepastian anaknya selamat atau tidak. Namun Sariyoso beserta keluarga mengaku pasrah jika anaknya tersebut meninggal dunia.

“Kami masih menunggu dan mudah mudahan ada mukjizat dari Allah meskipun hingga kini handphone milik Iyus tidak lagi bisa dihubungi,” ungkap dia.

Sementara, Darwin Harianto (51) dipastikan menjadi korban pesawat Lion Air. Identitasnya sesuai dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditemukan Badan Pencarian Pertolongan di lokasi jatuhnya pesawat.

Abdul Halim, tetangga korban mengaku saat ini istri dan dua anak Darwin mengalami shock lantaran masih merasa terpukul dengan kejadian tersebut.

“Saya feeling di dalam pesawat itu ada Pak Darwin. Saya telepon adik iparnya, Anita ternyata benar,” kata dia.

Di lingkungan rumahnya, Darwin dikenal sangat dekat dengan para tetangga, terlebih ia menjabat sebagai Ketua RT di tempat tingganya. Selain, almarhum juga berperan dalam membangun dan menjadi Sekretaris Kelompok Usaha Pemberdayaan Sampah di perumahannya.

“Almarhum sangat aktif di masyarakat terutama di bidang lingkungan, kebetulan saya ketua (KUPS) sedang Pak Darwin adalah sekretarisnya. Dan beliau adalah yang punya gagasan mendirikan KUPS,” terang Abdul.

Darwin diketahui merupakan konsultan lingkungan di salah satu perusahaan swasta di Indonesia. Pekerjaannya menuntut ia untuk sering bepergian ke luar kota. Bahkan beberapa hari sebelumnya, Darwin juga diketahui baru pulang bertugas dari Sorong Papua untuk pemetaan hutan.

Darwin merupakan warga asal Lampung, namun sudah tinggal di Kota Bogor selama 10 tahun. Sedangkan tempat kerjamya berada di Jalan Abduah bin Nuh. Sebelum berangkat, korban mengaku bergegas bersama dua rekannya menggunakan pesawat itu

“Harusnya sampai di lokasi itu jam 08.00 WIB kalau berdasarkan informasi. Biasanya kalau sudah sampai, langsung kontak. Namun ditunggu tak ada,” ujar salah satu rekan Darwin di PT. Amas Interconsult, Priatmoko.

CHAERUL UMAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.