Dua Sekolah Langganan Banjir di Citeureup Dibersihkan

CITEUREUP – Dua sekolah terdampak banjir menggelar gotong royong bersih-bersih untuk mempersiapkan masuk sekolah dan menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah melaksanakan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Dua sekolah tersebut terdiri yakni SD Negeri Puspanegara 03 dan SDN Citeureup 02 yang kerap kali rutin dilanda banjir setiap intensitas curah hujan tinggi mengguyur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan oleh salah satu Kepala SDN Puspanegara 03, Wiwi Witarsih bahwa pihaknya tengah melakukan pembersihan rutin usai terdampak banjir pada pekan lalu.

“Kita pihak sekolah bersama Damkar sedang membersihkan lumpur diseluruh lingkungan sekolah setelah terdampak banjir pada pekan lalu. Dan kita juga rutin membersihkan sekolah untuk mempersiapkan masuk sekolah setelah libur panjang lebaran,” katanya.

Meskipun begitu dirinya berharap agar tidak lagi terendam banjir terutama pada saat siswa-siswinya sedang menjalan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Banjir ini terus menghantui kita, dan kita hanya terus berharap agar banjir tidak terus menerjang sekolah kita. Apa lagi pada saat kita menjalankan belajar mengajar, karena pastinya itu sangat mengganggu sekali,” ungkapnya.

Pemberitaan sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berencana akan menggandeng Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) untuk menangani masalah banjir di SDN Puspanegara 03 Citeureup.

“Betul banjir ini selalu terjadi setiap tahun, makanya nanti kita dengan DPKPP akan ngobrol untuk menangani masalah ini. Karena DPKPP yang berkaitan dengan fisik bangunannya, dan kota akan meminta rekomendasi dari mereka,” katanya kepada PAKAR, pada Kamis 4 April 2024.

Dirinya menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan adanya tanggul yang jebol dilokasi milik UPT Dinas Sosial Kabupaten Bogor, sehingga aliran kali Cibeber masuk ke lingkungan sekolah.

“Ini tuh lokasi sekolah ada dibawah jalan dan berdekatan dengan aliran kali. Apa lagi kemarin itu ada tanggul jebol, jadi banjirnya mencapai ketinggian 1 meter,” jelasnya.

Maka dari itu dirinya meminta kepada pihak sekolah khususnya Kepala SDN Puspanegara 03 dan SDN Citeureup 02 untuk menyelamatkan barang-barang disekolah.

“Yang jelas kita sudah mengarahkan kepala sekolah untuk selamatkan barang-barang berharga disana, dan karena ini masalah alam, semoga tidak berpengaruh ke fisik bangunannya,” imbuhnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.